JAKARTA – Penguasa Kerajaan Kalingga, Ratu Jay Shima dikenal sebagai pemimpin yang adil dan jujur. Sang Ratu, yang berkuasa setelah suaminya Kartikeyasingha meninggal dunia, memerintah kerajaan dengan hukum yang setara bagi setiap orang, bangsawan maupun rakyat jelata.
Komitmen Ratu Jay Shima pada kejujuran dan keadilan ini terlihat dari tindakannya yang menjatuhkan hukuman mati terhadap putranya sendiri karena kesalahan yang tampaknya sepele.
Dikisahkan pada buku "Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa" tulisan Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad, berita kejujuran dan tegasnya ratu Kalingga ini sampai di telinga Raja Ta-che dari China.
Karena penasaran, Raja Ta-che ingin membuktikan kejujuran dari Ratu Jay Shima, dan mengirim utusan ke Kalingga untuk menaruh diam-diam meletakkan pundi-pundi emas di tengah jalan dekat keramaian pasar.
Setelah bertahun-tahun, konon pundi-pundi emas itu tetap berada di tempatnya tanpa ada yang berani menyentuh, membuka, atau memindahkannya.
Suatu hari anak tertua Ratu Jay Shima yang sedang berjalan-jalan di pasar tidak sengaja menyenggol pundi-pundi emas tersebut. Melihat kejadian tersebut, si utusan pun melapor kepada pemerintah Kalingga.
Setelah mendapat laporan tersebut, Ratu Jay Shima menjatuhkan hukuman mati putranya sendiri. Namun, beberapa patih kerajaan tidak setuju dengan keputusan itu dan mengajukan pembelaan untuk sang putra mahkota.
Menurut para patih, putra mahkota tak sengaja menyenggol pundi-pundi emas tersebut dengan kakinya. Karena itulah, menurut mereka lebih baik cukup kaki sang pangeran yang dipotong, tidak perlu dihukum mati karena tidak ada unsur kesengajaan.
Setelah melalui perdebatan panjang, Ratu Jay Shima akhirnya menyetujui pembelaan dari patih kerajaan. Sang putra mahkota hanya dihukum potong jari kakinya yang telah menyenggol pundi-pundi emas tersebut.
Akhirnya utusan Raja Ta-che kembali ke Cina setelah melihat keberanian tentang adilnya Ratu Jay Shima yang akan menghukum anaknya sesudah melakukan kesalahan. Selain itu, sang utusan juga melaporkan kepada Raja Ta-che perihal kejujuran rakyat Kalingga, yang sangat luar biasa.
(Rahman Asmardika)