Selain versi pertama itu, terdapat pula versi lain yang menceritakan bahwa terdapat dua orang putri yang diharuskan menikahi dua orang putra raja. Putri tertua harus menikah dengan putra tertua, sedangkan yang muda dengan putra kedua sang raja yang nantinya akan menjadi patih.
Namun, putri tertua ternyata jatuh cinta pada putra kedua yang seharusnya diperuntukkan bagi adiknya. Akhirnya, Sunan Kalijaga mengembalikan sang putri ke bentuk lamanya (cacing) dan keraton sekitarnya kembali menjadi hutan lebat.
(Nanda Aria)