Upacara Besar-besaran Diadakan Raja Majapahit untuk Hormati Rombongan Sunda yang Tewas di Perang Bubat

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 21 Juni 2023 07:47 WIB
Raja Hayam Wuruk (foto: dok wikipedia)
Share :

Rombongan Sunda yang tidak siap perang, terpaksa menghunus pedang dan merentang gendewa untuk menghadapi pasukan Majapahit yang sudah siaga berperang. Timbullah peperangan yang tidak seimbang antara pasukan Gajah Mada yang berjumlah besar dengan pasukan Balamati, para pejabat, dan para menteri dari kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.

Alhasil semua rombongan Sunda, termasuk sang raja tewas seketika. Sedangkan calon istri Hayam Wuruk, Dyah Pitaloka Citraresmi memilih untuk bunuh diri mengetahui orang tuanya dan rombongan Sunda tewas.

Hayam Wuruk pun sangat menyesal pasca kejadian itu. Bahkan secara khusus Hayam Wuruk mengurus Dharmadyaksa dari Bali menyampaikan permohonan maaf ke Patih Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang tak ikut berangkat ke Majapahit.

Serat Pararaton menyebutkan bahwa sesudah peristiwa di Pesanggrahan Bubat, Hayam Wuruk menyelenggarakan upacara besar untuk menghormati orang-orang Sunda yang tewas. Sementara akibat Perang Bubat, hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang.

Sedangkan di kalangan Kerajaan Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran yang isinya di antaranya tidak boleh menikah dengan luar lingkungan kerabat Sunda atau tidak boleh menikah dengan pihak timur Kerajaan Sunda (Majapahit).

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya