Literasi Digital Perlu Diperkuat, Ribuan Berita Hoaks Tersebar Selama Pandemi

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 28 Juni 2023 10:52 WIB
Foto: ist
Share :

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat lebih dari 2.300 isu hoaks Covid-19 tersebar di media sosial, selama pandemi dari Januari 2020 hingga Juni 2023.

Banyaknya hoaks tersebut menimbulkan masalah dalam penanggulangan Covid-19, antara lain keengganan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, persepsi bahwa pandemi hanyalah konspirasi, dan lain sebagainya.

Sekitar 48 persen warga terbilang rentan serangan hoaks, karena belum mampu bedakan hoaks dari informasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Sementara, 37 persen warga melaporkan mengidentifikasi hoaks di gawai dalam beberapa bulan terakhir.

Oleh karena itu, agar tidak menyesatkan, edukasi anti hoaks harus terus digalakkan. Apalagi perilaku sehat belum terbangun kuat.

Koordinator Pokja RCCE (Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat) Rizky Ika Syafitri, mengatakan bahwa maraknya peredaran hoaks di Indonesia sangat berpengaruh pada perilaku pencegahan penularan Covid-19 termasuk vaksinasi.

“Hoaks juga memicu keraguan masyarakat terhadap layanan kesehatan esensial lainnya, seperti imunisasi rutin untuk anak,”ujarnya, Rabu (28/6/2023).

Pokja RCCE melihat kebutuhan mendesak untuk memperkuat penanganan hoaks, dengan keterlibatan pemangku kepentingan.

“Yakni pemerintah, masyarakat sipil, media, akademisi, praktisi, praktisi, anak muda dan sektor swasta,” tandasnya.

Beragam bentuk kerja bersama terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk melawan hoaks atau infodemik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya