JAKARTA - Mayor Madmuin Hasibuan, perwira dari Bekasi namanya seakan terlupakan. Namun tidak bagi warga Bekasi, namanya diabadikan menjadi sebuah nama jalan dan menjadi nama alun-alun.
Ia adalah salah satu tokoh penting berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laoet. Menukil Biografi KH. Noer Ali, Kemandirian Ulama Pejuang dari Sindonews, Hasibuan di zaman pendudukan Jepang merupakan salah satu mandor pelabuhan Tanjung Priok.
Sepak terjangnya gemilang, pernah memimpin TKR Laoet bertempur di perbatasan Jakarta Timur hingga Bekasi. Dengan pasukan yang dipimpinnya, Mayor Hasibuan bertempur melawan sekutu dalam pertempuran Sasak Kapup 29 November 1945.
Mayor Hasibuan bersama adik iparnya, Yakub Gani hadir menyaksikan pembacaan proklamasi Presiden Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur pada 17 Agustus 1945. Yakub Gani merupakan salah satu murid KH Noer Ali, yang kemudian pulang ke Bekasi untuk ikut menyebarkan berita proklamasi.
Sedangkan Mayor Hasibuan kembali ke pelabuhan. Setelah Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jakarta lahir pada 27 Agustus 1945 dan dipimpin Moeffreni Moe’min, terjadi mobilisasi kalangan pemuda. Hasilnya, adalah susunan seksi-seksi administratif dan tiga sektor lapangan.
Hasibuan bersama Raden Eddy Martadinata yang sudah hafal wilayah pelabuhan dipercaya Moeffreni memegang sektor Jakarta Utara. Pembagian wilayah dipimpin komandan sektor dari masing-masing wilayah dipegang.