Ia anak dari seorang tokoh agama yang memiliki tempat suluk di desanya. Ayahnya digambarkan memiliki sikap yang keras. Suatu ketika, di bulan Ramadhan, Hasibuan dipergoki ayahnya tidak berpuasa.
Akibatnya, Hasibuan yang masih remaja itu dihukum ayahnya tidak diberi makan selama tiga hari berturut-turut. Ibunya kasihan. Lalu diam-diam diberi makan.
Rupanya selama di Medan, Hasibuan remaja bekerja di Pelabuhan Belawan pada waktu zaman Jepang.
(Arief Setyadi )