BOGOR - Polisi memprediksi kepadatan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor akan terjadi hingga 17 Juli 2023. Hal itu berkaitan dengan momen libur sekolah.
"Kita sangat paham bahwa sekarang sedang ada libur anak sekolah sampai tanggal 17 Juli 2023. Tentunya kondisi arus lalu lintas yang menuju dan dari Puncak akan tetap meningkat sampai dengan masa libur sekolah ini berakhir," kata Wadirlantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi kepada wartawan di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Rabu (5/7/2023).
Terdapat berbagai rekayasa atau pengaturan lalu lintas selama masa libur sekolah. Pengaturan lalu lintas ini akan dilakukan secara situasional karena mengingat kapasitas Jalur Puncak hanya mampu menampung sekitar 25 ribu kendaraan.
"Kita melihat sejak tanggal 26 Juni 2023 kemarin, arus lalu lintas yang menuju dan dari arah Puncak dalam kondisi di sekitar 30 ribu-45 ribu kendaraan yang mengarah ke dan kembali dari Puncak. Ini menandakan kapasitas Puncak dalam kondisi yang bisa menampung sekitar 25 ribu, dan kondisi ini tentunya harus dilakukan rekayasa lalu lintas dengan baik sesuai dengan kondisi di lapangan," jelasnya.
Siang Ini, Jalur Puncak Oneway Arah Jakarta
Adapun rekayasa yang akan dilakukan mulai dari ganjil genap, pembatasan kendaraan yang tidak laik jalan hingga sistem oneway. Namun, sistem oneway merupakan pilihan terakhir yang akan dilakukan.
"Kita melihat dari jumlah volume yang dapat di tampung di Jalur Puncak. Kita menghitung kapasitasnya, kapasitasnya itu mencapai 25 ribu sampai dengan 30 ribu kendaraan yang bisa ditampung di Jalur Puncak. Apabila kendaraan yang menuju ke jalur puncak mencapai lebih dari dari 30 ribu atau bahkan hingga 45 ribh kendaraan, tanpa dilakukan rekayasa oneway maka kendaraan akan terhenti di tengah jalan dan tidak akan bisa bergerak. Sebelum itu terjadi, sebelum menyebabkan sendatan dan kemacetan yang parah, kita harus melakukan rekayasa (oneway) tersebut," ungkapnya.
Polisi mengimbau kepada pengendara yang akan melintasi Jalur Puncak untuk selalu mematuhi tata tertib berlalu lintas. Pada dasarnya, polisi terus berupaya mengantisipasi maupun mengurai kepadatan yang terjadi di kawasan wisata tersebut.
"Kita mengantisipasi berdasarkan tren yang ada selama libur anak sekolah ini akan tetap terjadi. Kita memberikan informasi kepada masyatakat yang akan berlibur di Jalur Puncak untuk memilih destinasi wisata lain misalnya sehingga tidak hanya Jalur Puncak yang favorit untuk berwisata," tutupnya.
(Awaludin)