Gaya Hidup Borjuis, Bungkus Rokok dan Gagalnya Kebangkitan PKI Blitar

Solichan Arif, Jurnalis
Jum'at 07 Juli 2023 06:15 WIB
Ilustrasi PKI (Foto: Ist)
Share :

BLITAR – Tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) tak patah arang setelah operasi Gerakan 30 September 1965 (G30SPKI) gagal mereka lancarkan. Para tokoh PKI yang lolos kembali menghimpun kekuatan pada akhir 1967.

Blitar Selatan, Jawa Timur menjadi basis mereka. Oloan Hutapea, Surachman, Rewang dan sejumlah pimpinan lapis kedua PKI lainnya bergerak ke Blitar Selatan secara senyap.

Tesis Kritik Oto Kritik (KOK) Sudisman yang terinspirasi dari tulisan Mao Tse Tung coba mereka praktikan. Dalam keadaan remuk redam, para kader PKI mencoba mengubah taktik perlawanannya menjadi perjuangan bersenjata (Perjuta).

Tesis KOK merupakan revisi dari tesis Dua Aspek DN Aidit yang dinilai keliru sekaligus berakibat hancurnya organisasi.

"Blitar Selatan dijadikan basis perlawanan bersenjata oleh PKI. Kegiatan ini dimulai sejak akhir 1967," tulis Siauw Giok Tjhan dalam buku G30S Dan Kejahatan Negara.

Konsep perlawanan dengan Perjuta disiapkan PKI di Blitar Selatan melibatkan kekuatan rakyat secara penuh. Mereka mempersenjatai petani dan buruh di desa-desa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya