BIN atau Badan Intelijen Negara memiliki sejarah panjang dalam pembentukannya, termasuk beberapa kali pergantian nama. Sejumlah tokoh pun menjadi Kepala BIN di awal-awal pembentukan lembaga tersebut.
Awalnya BIN bernama Badan Istimewa yang terbentuk pasca-Proklamasi Kemerdekaan 1945. Lalu namanya sempat berubah menjadi Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI), Badan Pusat Intelijen (BPI), Komando Intelijen Negara (KIN), Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), hingga Badan Intelijen Negara (BIN).
BACA JUGA:
Berikut lima nama paling awal yang pernah memimpin BIN di Indonesia:
1. Kolonel Inf (Purn) Zulkifli Lubis
Sosok Zulkifli Lubis merupakan peletak pondasi awal lembaga intelijen di Tanah Air. Namanya tak bisa dilepaskan dari sejarah intelijen Indonesia, meski tak setenar tokoh BIN lainnya.
Zulkifli Lubis lahir di Aceh pada 26 Desember 1923. Berdasarkan kiprahnya sebagai perintis badan intelijen pertama di Indonesia, dia memiliki julukan ‘Bapak Intelijen Indonesia’.
2. Kolonel Laut (Purn) Pirngadi
Banyak perubahan terjadi pada perkembangan lembaga intelijen Indonesia. Sekitar kurun 1952-1958, seluruh angkatan dan kepolisian di Tanah Air memiliki badan Intelijen sendiri-sendiri tanpa koordinasi nasional.
Menyikapi hal ini, pada 5 Desember 1958 Presiden Soekarno membentuk Badan Koordinasi Intelijen (BKI). Lembaga ini dipimpin Kolonel Laut Pirngadi sebagai Kepala.
BACA JUGA:
Kolonel Laut (Purn) Pirngadi menjadi Kepala Badan Koordinasi Intelijen (BKI) hingga November 1959. Setelahnya, BKI kembali berubah nama dan memiliki pemimpin baru.
3. dr. Soebandrio
Selanjutnya dr. Soebandrio. Pada 10 November 1959, lembaga intelijen di Indonesia kembali mengubah namanya.
Semula bernama Badan Koordinasi Intelijen (BKI), kali ini berubah nama menjadi Badan Pusat Intelijen (BPI). Pada momen ini, dr. Soebandrio ditunjuk menjadi kepalanya.
4. Jenderal Besar (Purn) Soeharto
Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto merupakan Presiden Republik Indonesia kedua. Pada perjalanannya, dia juga sempat menjadi pimpinan BIN.
Pasca perubahan politik nasional tahun 1965, Soeharto menjadi Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib). Pada salah satu kebijakannya, dia turut membentuk Komando Intelijen Negara (KIN) dan meleburkan Badan Pusat Intelijen (BPI) ke dalamnya.
5. Yoga Sugama
Yoga Sugama menjabat sebagai Kepala BIN saat lembaga tersebut masih bernama Komando Intelijen Negara (KIN). Posisi ini ditempatinya pada periode 1966-1967.
Menjadi Kepala KIN, Yoga Sugama bertanggung jawab langsung kepada Soeharto yang menjabat Pangkopkamtib. Tak cuma sekali, dia kembali ditunjuk menjadi Kepala BIN saat bernama Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), tepatnya pada periode 1974-1989.
(Qur'anul Hidayat)