Kisah Kehidupan Bung Karno yang Selalu Menarik Perhatian, Tidak Suka Melihat Burung dalam Sangkar

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 17 Juli 2023 08:01 WIB
Presiden Soekarno (Foto: Istimewa/Okezone)
Share :

JAKARTA – Kisah kehidupan Presiden pertama RI Soekarno atau biasa disapa Bung Karno selalu menarik untuk diketahui. Termasuk kehidupan pribadinya.

Menurut buku ‘Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku’, karya Guntur Sukarno Putra, banyak kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno.

Salah satunya yakni Bung Karno diketahui sangat membenci penjajahan dan penindasan.

Selain itu, Bung Karno juga tidak senang melihat burung dalam sangkar.

Hal ini terungkap dalam suatu kejadian. Alkisah, pada suatu hari, Bung Karno mengadakan inspeksi mendadak ke asrama DKP, yang letaknya berjejer dengan Istana Merdeka. Bung Karno segera memanggil pemilik burung serta memerintahkan melepaskannya.

"Kasihan burung itu, biarkan dia mencari makan di alam bebas. Kamu orang belum pernah mengalami bagaimana susahnya orang ditahan, dipenjarakan tanpa ada kesalahan. Maka, jangan ada pengawal saya memenjarakan burung dalam sangkar, sekalipun sangkarnya dari emas," kata Bung Karno.

Sisi kehidupan lain Bung Karno yang menarik perhatian lainnya yakni Bung Karno diketahui sering berziarah, nyekar ke makam ayahnya di Pemakaman Karet, Jakarta. Kadang-kadang di malam hari, tetapi sering pada siang hari, dan melihat gelandangan mengemis.

Suatu hari di istana, sekembalinya dari nyekar, Bung Karno memanggil Mangil.

"Coba, Mangil, engkau tanya sama orang sedang menggendong anak kecil sambil menyusui itu, sebetulnya mereka itu punya rumah apa tidak, baik di Jakarta maupun di daerah. Dan kalau memang tidak punya rumah, apakah mereka itu sanggup dipindahkan ke tempat lain. Agar kalau Bapak jalan lewat di tempat itu, orang perempuan yang menggendong anak kecil sudah tidak ada di sana. Saya merasa kasihan sekali kepada perempuan yang menggendong anak kecil itu. Entah bagaimana caranya, ini Bapak ada uang sedikit, kasihkan kepada mereka,” ujar Bung Karno.

Sementara itu, kisah lainnya menceritakan, suatu ketika Bung Karno sedang menonton film di istana, ada adegan kijang kesakitan, ditembak seorang pemburu saat kijang itu masih mempunyai anak yang harus disusui.

Beberapa penonton, baik pelayan maupun pengawal, ketawa cekikikan, karena menurut mereka adegan tersebut sangat lucu.

Bung Karno pun langsung berteriak.

"Diam, kamu orang itu tidak tahu rasa kasihan,” tegasnya.

Penonton langsung diam dan tidak ada yang berani berkutik.

Seperti diketahui, di sekitar Kandangan, Jawa Timur, tempat Bung Karno diungsikan ketika Yogyakarta diserang Belanda, 21 Juli 1947, masih banyak kijang liar.

Suatu hari, seorang pengawal berhasil menembak mati seekor kijang. Lalu dagingnya dimasak dan dibagi-bagikan kepada semua teman pengawal.

Daging terbaiknya disisakan untuk dibuat dendeng. Setelah siap, dendeng itu diserahkan kepada koki yang memasak makanan untuk Bung Karno.

Bung Karno tahu, dendeng itu hasil berburu. Akibatnya, para pengawal, dikumpulkan olehnya.

"Kamu orang ini betul-betul tidak mempunyai rasa kasihan kepada sesama hidup. Apa salahnya kijang itu kamu tembak? Bagaimana kalau kijang yang kamu tembak itu masih mempunyai anak kecil yang masih memerlukan pertolongan induknya? Apakah kamu orang di sini kekurangan makan?,” ungkapnya.

Semua pengawal diam dan mulai saat itu tidak ada lagi anggota pengawal yang berburu.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya