JAKARTA - Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Tama S Langkun, mengungkap dirinya pernah menjadi korban penyalahgunaan data oleh orang lain. Data pribadinya digunakan orang lain untuk melakukan tindak pidana penipuan.
Hal itu disampaikan Tama dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Data Warga Siapa yang Jaga?' yang disiarkan secara daring, Sabtu (22/7/2023).
"Saya sendiri melapor ke Polda, Polres, penggunaan nama. Jadi nama saya dipakai. Namanya Tama Satria Langkun kemudian dia jual dengan profil mukanya. Jualin mobil. Kemudian ada yang ketipu Rp40 juta dan lain-lain. Kemudian ada juga yang lain gunakan nama saya di Telegram dia kemudian pinjaman dan lain-lain saya rasa sudah makin serampangan," kata Tama.
Tama sudah dua kali melapor ke polisi terkait penyalahgunaan data pribadinya tersebut.
"Iya (jadi korban), pernah dua kali lapor nama saya pakai, ada komplain ke saya. Mas saya jualan mobil nomornya, yang mana nomornya bukan ini saya dapat dari orang lain. Itu saya laporkan ke Polres," ujar Tama.
Terkait laporannya tersebut, Tama mengaku belum ada tindak lanjut dari aparat penegak hukum. Karena itu, menurut Tama, hal ini yang kedepannya harus diperbaiki.
"Belum ada informasi perkembangan, belum ada. Itu baru dalam konteks penanganan perkara," ucap Tama.
Sebelumnya, dugaan kebocoran data Dukcapil ini diungkapkan pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto lewat akun Twitter miliknya @secgron, Minggu 16 Juli 2023 malam. Ratusan juta data itu disebut dijual di forum peretas, BreachForum.
Merespons hal ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi memastikan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kemenkominfo.
"Terkait dengan kasus dugaan kebocoran database dukcapil yang ada di breachforums, kami Ditjen Dukcapil Kemendagri bersama-sama dengan BSSN dan Kemenkominfo serta stakeholder terkait telah melaksanakan 2 agenda kegiatan, yaitu audit investigasi, dan mitigasi preventif,” kata Teguh dalam keterangannya, dikutip Senin 17 Juli 2023.
(Erha Aprili Ramadhoni)