Pahit-Manis Warisan KNIL, Pembantaian Rakyat Sipil hingga Hibah Alutsista

Awaludin, Jurnalis
Rabu 26 Juli 2023 05:01 WIB
Pasukan KNIL (foto: dok ist)
Share :

Singkat kata, Idjon Djanbi lantas meleburkan diri ke TNI dengan pangkat Mayor, menyusun perangkat Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi (Kesko TT. III/Siliwangi) yang saat ini lebih dikenal sebagai satuan Kopassus TNI AD.

Dari KNIL pula, lahir sejumlah tokoh militer jempolan yang berpengaruh dalam jalannya sejarah republik, terutama di medan tempur pada masa revolusi. Selain para jebolan PETA (Pembela Tanah Air), para “alumnus” KNIL seperti Oerip Soemohardjo, Gatot Soebroto, juga Kawilarang, juga berasal dari didikan militer Belanda.

Tapi sayangnya tak sedikit yang menolak para eks-KNIL untuk dileburkan ke dalam APRIS, pasca-KNIL dibubarkan pada 1950. Sentimen antiBelanda masih begitu melekat bagi para kombatan TNI yang berasal dari kelaskaran maupun PETA. Divisi III Siliwangi merupakan satu dari sedikit satuan APRIS yang mau menerima beberapa eks-KNIL.

“Tidak banyak juga yang menerima (eks-KNIL-red). Mungkin banyak dari (perwira-red) Siliwangi yang juga eks-KNIL, jadi beberapa ada yang menerima. Tapi (perwira) yang lulusan PETA dan lainnya masih ada unsur penolakan ,” ungkap penggiat sejarah revolusi Firman Hendriansyah kepada Okezone.

Soal gesekan para eks-KNIL dengan PETA ini di tubuh militer republik, sedianya sudah muncul sejak berdirinya Badan Keamanan Rakyat hingga berubah nama jadi TNI.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya