Kisah Tragis Bupati Pasuruan Usai Tantang Panembahan Senopati, Dihukum Mati Telan Cairan Timah

Furqon Al Fauzi, Jurnalis
Kamis 03 Agustus 2023 07:02 WIB
ilustrasi panembahan senopati (Foto: Freepik)
Share :

KISAH Tragis dialami seorang Bupati Pasuruan bawahan Adipati Pasuruan setelah berniat mengadakan duel tanding melawan Panembahan Senopati.

Kisah bermula ketika Panembahan Senopati, raja pertama Kerajaan Mataram Islam berusaha memperluas wilayah kekuasaannya. Ekspansi pun dilakukan menuju wilayah timur dari Mataram.

 BACA JUGA:

Setelah wilayah Madiun, Mataram berusaha memperluas wilayahnya ke Pasuruan. Mendengar rencana Panembahan Senopati, Adipati Pasuruan memutuskan hendak menyerah dan bersedia menyerahkan upeti.

Akan tetapi, sebagaimana sumber Babad Tanah Djawi yang dikutip dari "Awal Kebangkitan Mataram : Masa Pemerintahan Senapati", menurut tulisan De Graaf, Bupati Kinten sesumbar menantang Senopati untuk berduel.

Niat Ki Kinten pun mendapat persetujuan dari Adipati Pasuruan. Mendengar tantangan tersebut, Panembahan Senopati yang merupakan anak angkat Joko Tingkir itu bergegas dari pesanggerahannya untuk menghadapi Ki Kinten.

Sang penguasa Mataram pergidengan menunggangi kuda dengan berpakaian biru tua, bersama 40 orang prajurit numbak cemeng, atau ahli tombak yang juga berpakaian serupa.

Awalnya, Panembahan Senopati hanya berpura-pura sebagai pemimpin pasukan penombak tersebut. Ki Kinten pun tidak tahu orang yang dihadapinya langsung itu adalah Panembahan Senopati.

Pertarungan pun dimulai, disaksikan oleh para pengiring yang bersorak-sorai. Setelah berdoa kepada Allah, Senopati dapat melukai lutut musuhnya dengan cepat sehingga terlempar dari pelana dan jatuh pingsan.

Ki Kinten kemudian dinaikkan di atas seekor kuda betina yang pincang tanpa pelana, dengan tambang tebal sebagai kekang, dan dikirimkan kembali kepada gustinya di Pasuruan, dengan diantar oleh 40 prajurit numbak cemeng.

 BACA JUGA:

Di saat terluka itulah Bupati Kinten mengaku tak tahu jika yang dihadapinya adalah Panembahan Senopati. Bahkan, ia berujar jika yang bertarung dengannya adalah Panembahan Senopati, ia mengaku tidak berani, dan memilih kembali pulang, atau lebih baik mati.

Perkataan itulah yang konon membuat Adipati Pasuruan marah besar. Sang adipati segera memerintahkan agar Ki Kinten dipenggal kepalanya. Namun saat hendak dipenggal, kapak pemenggal patah.

Namun cairan timah segera dituangkan ke dalam tenggorokan Ki Kinten hingga akhirnya tewas. Adipati kemudian memberi hadiah kepada 40 orang prajurit Senapati dan mengirimkan seorang utusan yang membawa upeti untuk Senapati sebagai tanda takluk dan penyerahan Kerajaan Pasuruan.

Panembahan Senopati yang gembira atas kabar itu kemudian berkata ke utusan tersebut, "sampaikanlah bahwa saya segera kembali ke Mataram, dan bahwa gustimu tetap mengepalai daerahnya."

"Tetapi apabila ada perintah mengenai bupati-bupati Jawa Timur, hendaklah perintah itu dipatuhinya." Setelah itu Panembahan Senopati kembali ke Kerajaan Mataram.

(Furqon Al Fauzi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya