Karena itu, tanpa ragu-ragu sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI, tepatnya pada 18 Agustus 1945, Hamengku Buwono IX langsung mengetuk kawat kepada Sukarno-Hatta dan kepada dr. Radjiman Wediodiningrat. Ia menyampaikan selamat atas terbentuknya negara Republik Indonesia.
Dengan adanya proklamasi membuktikan bahwa Indonesia sudah menjadi negara yang merdeka dari penjajah.
(Susi Susanti)