DEPOK - Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia jurusan Sastra Rusia, MNZ (19), korban pembunuhan kakak tingkat berinisial AAB (23), dikenal suka membantu kerabat dekat dalam keadaan susah hingga belajar bahasa Rusia secara otodidak.
"Dia (MNZ) orangnya benar-benar baik, dia sering bantu saya dalam keadaan susah, terus punya niat ingin tahu dia itu tinggi. Seperti bahasa Rusia itu dia belajar otodidak, dia belajar dari Youtube dan media sosial lain lainnya," kata Pieter Frandito salah satu kerabat dekat MNZ kepada MNC Portal Indonesia, Senin (7/8/2023).
Pieter menyebut bahwa dirinya dengan MNZ merupakan kerabat dekat secara online atau daring sejak jenjang SMP. Ia pun mengenal sosok MNZ merupakan orang pemalu hingga akhirnya mudah bergaul.
"Dia (MNZ) itu dulu tipikal orang yang pemalu kak, setelah saya ajarin untuk bergaul kaya gimana, setelah beberapa bulan kemudian dia udah pede gitu, emang benar sifat pengin tahu dia itu tinggi," ucapnya.
Sebagai informasi, AAB nekat menikam korban MNZ diduga dengan motif terlilit tunggakan bayar kos hingga pinjaman online (pinjol). Pelaku pun sempat mencuri sejumlah barang pribadi milik korban mulai dari Laptop MacBook, Hp Iphone hingga dompet.
BACA JUGA:
Kemudian, pelaku AAB berhasil ditangkap dan terancam hukuman mati dengan Pasal 340 Jo 338 KUHP dan atau 365 ayat 3 KUHP. Terkini jenazah korban MNZ dibawa pihak keluarga dari RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur menuju Lumajang, Jawa Timur untuk dimakamkan.
(Fakhrizal Fakhri )