DEPOK – Pemimpin Padepokan Ksatrian Satriaji di Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Anton Hardianto mengungkapkan secara gamblang bagaimana dan di mana ia membuang dua jenazah pengikutnya usai dibunuh. Jenazah Shendy Eko Budiyanto dan Ahmad Sanusi dibuang di lokasi yang berbeda di Kecamatan Limo.
Lokasi pertama yakni Jalan Pertanian RT 05 RW 04 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Lokasi tersebut adalah tempat dibuangnya jenazah Shendy Eko Budiyanto. Saat prarekonstruksi, Anton menunjukkan tempat dia membuang Shendy.
"Saya yang buang sendiri, sekitar pukul 04.00 WIB. Keadaan waktu itu sepi, gelap. Shendy duduk di bangku depan sama saya, sedangkan Sanusi saya taruh di kursi tengah," ujar pelaku Anton, Jumat (7/10/2016).
Ketika dilihat sepi, Anton langsung membuka pintu mobil dan membuang jenazah Shendy ke saluran irigasi pertanian. "Setelah buang jenazah, langsung saya bergegas ke lokasi selanjutnya," tuturnya.
Kemudian, di tempat yang berbeda, Anton membuang jenazah Ahmad Sanusi di Jalan Makam Kopo RT 05 RW 03, Limo. Di sana Anton dengan seorang diri membuang jenazah kedua di dalam sebuah parit.
"Saya langsung buang saja, di sini (Jalan Makam Kopo) juga memang sepi dan gelap. Sanusi saya taruh di kursi tengah," tuturnya.
Ia mengaku tahu lokasi kejadian yang memang wilayahnya sepi. "Pernah lewat sini. Saya panik, jadi ya dibuang di sini saja. Saya spontan buangnya karena sepi," kata Anton.