JAKARTA - Korban jeratan kabel optik, Sultan Rif'at Alfatih (20), kini kondisinya mulai membaik setelah dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Tim dokter gabungan RS Polri yang tengah fokus menaikkan berat badan Sultan telah mendapatkan kemajuan karena berat badan pemuda itu kini berangsur naik.
Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Hariyanto menjelaskan, berat badan Sultan yang menurun karena kesulitan menerima asupan makanan, kini mulai teratasi. Sultan diketahui mengalami kondisi leher yang terluka sehingga sulit untuk menelan makanan.
"Selama perawatan di RS Polri ini, Sultan dalam kondisi yang ada perbaikan. Artinya dari gizi makanan yang kita berikan sangat direspons baik oleh tubuh Sultan sehingga ada kenaikan berat badan. Semoga ini kenaikan yang sifatnya stabil," ujar Hariyanto kepada wartawan, Rabu (9/8/2023).
Ia menjelaskan berat badan Sultan sempat merosot dari 68 kg menjadi 46 kg kini sudah meningkat dari sekitar 1 hingga 2 kilogram berkat peran ahli gizi dalam perawatan.
"Jadi, dalam waktu kira-kira satu minggu ini ada kenaikan berat badan Sultan antara satu sampai dua kilogram," katanya.
Sebelumnya diketahui, Hariyanto mengungkapkan berat badan Sultan mengalami penurunan drastis sejak insiden jeratan kabel optik tersebut.
"Dari pemeriksaan kemarin itu kita melihat bahwa kondisi berat badannya kalau dibandingkan dengan saat ananda ini kecelakaan pada bulan januari itu menurunnya udah banyak, dari 68 Kg menjadi 46 Kg," terang Hariyanto di RS Polri, Jumat (4/8/2023).
Dia mengatakan leher Sultan khususnya di bagian kerongkongan dan jalur nafasnya mengalami gangguan sehingga pemuda tersebut kesulitan menelan asupan makanan.
"Jadi ini sebenarnya sekunder daripada gangguan yang terjadi langsung yaitu (jeratan) kabel optik itu mengenai laring atau jalur nafas dan kerongkongan atau eskofagus. Karena terjadi gangguan itu maka ananda ini untuk makannya terganggu," terang Hariyanto.