RADEN WIJAYA menjadi orang penting dibalik Kerajaan Majapahit. Sosoknya merupakan pendiri kerajaan setelah berhasil menaklukkan Jayakatwang di Kerajaan Kediri. Di balik sosok Raden Wijaya yang berhasil mendirikan kerajaan, ada nama Gayatri yang turut andil dalam pendirian Majapahit.
Gayatri diundang secara khusus oleh Raden Wijaya pasca kemenangan dalam peperangan melawan tentara Mongol. Pesta kemenangan pun dilakukan oleh Raden Wijaya dan merayakan kemenangan ganda.
Pesta itu digelar seiring pembangunan ibu kota baru. Earl Drake pada "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit" menyatakan, Raden Wijaya mengundang Gayatri untuk bergabung dalam dewan penasehatnya sebagai anggota termuda.
la senang bisa berjumpa Gayatri, tapi di sisi lain sangat terbebani oleh sederet tanggung jawab barunya sebagai seorang pemimpin tak bermahkota dari sebuah negeri yang hancur lebur karena perang.
Hal ini membuat selama beberapa minggu pertama, ia tak bisa berbicara empat mata dengan Gayatri. Gayatri kecewa Wijaya tidak berusaha menemuinya seorang diri atau menepati janji yang pernah dibisikkan kepadanya di Daha "menolak semua pinangan sampai kau penuhi takdirmu sebagai istri seorang raja kelak."
Pemulihan kedamaian dan stabilitas negara, serta upaya melegitimasi statusnya sebagai pemangku takhta, sungguh-sungguh menyita perhatian Wijaya. Gayatri mulai khawatir bahwa Wijaya sudah tidak lagi tertarik pada dirinya.