Sebagaimana diketahui, Ganjar Pranowo menggagas SMKN Jateng untuk mengentaskan kemiskinan di daerah yang dia pimpin selama 10 tahun. Dia melihat tingginya tingkat putus sekolah menjadi akar kemiskinan sehingga perlu diatasi.
“Sekolah ini saya bikin karena kami ketemu masyarakat. Kalau saya membayangkan kalau angka putus sekolahnya tinggi karena tidak bisa sekolah, negara salah. Maka kita dorong bagaimana ya caranya. Lalu kita bicara pengentasan angka kemiskinan,” tuturnya.
Menurut Ganjar, sekolah adalah investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang bisa mandiri. Apalagi, peran anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapat pendidikan yang baik melalui SMK.
Tercatat sejak didirikan, kini sudah ada 18 SMKN Jateng yang tersebar di daerah Jawa Tengah. Melihat potensi tersebut, presiden Joko Widodo dalam kesempatan kunjungannya ke SMKN Jateng pada Rabu (30/8/2023) bahkan memuji sekolah inisiasi Ganjar tersebut.
Lebih lanjut, dia memerintahkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk meninjau dan mengevaluasi SMKN Jateng. Sehingga, harapannya program tersebut bisa diperluas ke seluruh penjuru Indonesia.
(Lisvi Padlilah)