SEMARANG - Kehidupan rumah tangga gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Siti Atiqoh bisa jadi inspirasi masyarakat. Memasuki usia perak di tahun 24 pernikahan, mereka selalu menunjukkan sisi romantis dan keharmonisannya.
Lebih jauh, Atiqoh dan Ganjar pun menyebut makna keluarga bagi mereka yakni sebagai rumah tempat bersandar dan mencari kenyamanan serta rasa aman.
“Yang jelas, komitmen saya, kami, keluarga itu kan sebagai satu kesatuan. Dan keluarga adalah rumah kami. Jadi, setiap ada anggota keluarga misalnya dia ada goals atau masalah, masing-masing menjadi rumah bagi kami,” kata Siti Atiqoh di podcast Konspirasi Prabu Sindo, dikutip dari YouTube Sindonews, Kamis (31/8/2023).
Dalam momen hangat tersebut, Atiqoh pun menegaskan peran masing-masing anggota keluarga. Jika biasanya dia dan putranya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar alias Alam banyak mengandalkan Ganjar, kini jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024, Atiqoh pun merasa perlu menjadi rumah yang bisa mendukung suaminya.
“Mas Ganjar juga rumah bagi saya, bagi Alam. Ketika kita ada sesuatu yang ingin didiskusikan kita diskusikan bareng-bareng. Ini, kami, Alam sama saya, inilah saatnya kami jadi rumah bagi Mas Ganjar. Karena selama ini lebih banyak kami yang bersandar sama Mas Ganjar,” imbuh Atiqoh.
Ya, untuk saat-saat tertentu seperti saat ini di mana kesibuka Ganjar makin meningkat, Atiqoh yakin jika suaminya butuh tempat merilis energi negatif, untuk bisa mencari ketenangan, kenyamanan di tengah hiruk pikuk dunia yang luar biasa.
“Biasanya kalau saya capek, dia baca berita, itu kan stres-stres yang pasti keluar. Tekanan, dibully dan sebagainya saya kelihatan. Sudah malam lagi, capek istirahat, dia refleks ambil alat kecantikan ibu-ibu (masker dan totok aura) dipijit-pijit,” ujar Ganjar memuji istrinya.
“Itu bagian dari saya merilis energi negatif yang ada di otaknya Mas Ganjar, pijit-pijit. Itu mungkin sesuatu yang sederhana tapi insyallah tidurnya jadi lebih nyenyak. Sambil dipijit, sambil ngobrol,” timpal Atiqoh.
Bakal calon presiden (bacapres) yang didukung partai Perindo itu pun merasa keberadaan istirnya sangat membantu. Apalagi karena Atiqoh dinilai mampu membaca suasana hatinya dan dapat menghiburnya dengan caranya yang menenangkan.
“Kadang kalau cerita ke saya bukan karena butuh solusi tapi, butuh tempat ‘sampah’ atau pendengar. Dan saya orangnya dari kecil yang orang sampaikan ke saya akan didengarkan, dari SMP jadi teman curhat untuk teman-temannya, apalagi ke suami,” ucap Atiqoh.
(Lisvi Padlilah)