Cerita Danpaspampres Nyaris Tewas saat Terjun dari Ketinggian 12 Ribu Kaki

Arief Setyadi , Jurnalis
Sabtu 02 September 2023 07:05 WIB
Ilustrasi terjun free fall (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA – Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memiliki sejumlah kemampuan tempur. Salah satunya adalah terjun free fall dan melakukan infiltrasi ke jantung musuh secara senyap untuk sabotase. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Saat berpangkat kolonel dan menjabat Komandan Korem (Danrem) 074 /Warastratama, Mayjen TNI Rafael Granada Baay menceritakan dirinya nyaris tewas saat terjun free fall di Prancis.

Jenderal Kopassus ini masih berpangkat Letnan Kolonel dan bertugas di Detasemen Intelijen (Denintel) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). "Ada satu pengalaman yang membuat nyawa saya di ujung tanduk. Bukan di medan perang, melainkan saat terjun bebas atau free fall," ujar Rafael.

Satuan Kopassus, kata Rafael, mendatangi undangan dari negara Prancis. Dia diundang pasukan khusus Perancis yang disebut GIGN (Groupe d’Intervention de la Gendarmerie Nationale).

Mantan Komandan Grup (Dangrup) 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Surakarta itu ditawari untuk terjun free fall bersama perwira tinggi GIGN. Tanpa menunggu waktu, Rafael langsung mengiyakan ajakan tersebut.

"Dia nawarin terjun dengan ketinggian 12.000 feet. Langsung saya iya kan," ujar Arbituren Akademi Militer 1993.

Saat itu, kata Rafael, dirinya tidak memperhitungkan jika kondisi saat musim dingin. Padahal, terjun dengan ketinggian 12.000 feet pada musim dingin bisa bersuhu -2 sampai -9 derajat celcius.

"Terjun dengan suhu serendah itu sangat membahayakan. Mampu membekukan darah sehingga membahayakan penerjun. Saya tidak memperhitungkan sampai sejauh itu saat itu, saat itu bondo nekat saja," ujarnya.

Nasib baik masih berpihak kepadanya. Saat terjun di ketinggian itu, baru terasa efek ketika keluar dari pesawat terbang. Tubuh terasa kaku dan pernafasan juga sesak.

Lantaran sudah sering berlatih di ketinggian yang lebih tinggi dari itu, Rafael berhasil mengatasi masalah tersebut.

"Makanya, tentara luar negeri itu sangat menghargai tentara Indonesia. Ya, antara ketidaktahuan, nekat dan nasib baik. Kalau disuruh jujur ya takut juga,” katanya.

“Tapi, saya pernah berlatih di kawasan salju Gunung Jaya Wijaya, Papua. Padahal juga belum pernah terjun payung di sana," ujarnya.

Mayjen TNI Rafael Granada Baay sekarang menjabat sebagai Danpaspampres sejak 31 Januari 2023. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (1993) yang berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus).

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya