“Termasuk juga peran daripada penegak hukum, baik dari Polri, kemudian juga dari jajaran pengadilan karena nanti ada sengketa PTUN ke MK, ini banyak semua stakeholdernya,” jelasnya.
Mendagri juga menjelaskan peran penting dari unsur media. Menurutnya, peran media cukup krusial lantaran bertugas dalam menyampaikan segala informasi berkaitan dengan pemilu kepada publik. Dalam konteks itu, media juga dapat berperan sebagai pengawas.
Selain itu ,Tito berharap masyarakat dapat menjalankan perannya dalam mengawasi pelaksanaan pemilu, serta berpartisipasi pada pesta demokrasi itu. Terlebih lagi, partisipasi publik akan mempengaruhi kuatnya legitimasi pemimpin yang terpilih nantinya.
Oleh karenanya, Mendagri berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam gelaran pemilu dengan ikut membantu melakukan sosialisasi hal-hal baik, dan menghindari cara-cara negatif seperti hoaks.
“Banyak sekali stakeholdernya, itu baru sebagian. Mungkin ada lagi yang lain, tapi ada satu stakeholder pendapat saya yang jauh lebih penting dari semuanya itu, yaitu Tuhan,” imbuh Mendagri.
Mendagri pun mengajak semua pihak untuk berdoa kepada Tuhan agar penyelenggaraan pemilu aman, damai, dan lancar sesuai rencana. Dengan demikian, harapan bahwa Indonesia akan mendapatkan pemimpin yang andal dapat terealisasi.
“Kali ini kita merenung dan meminta tolong kepada Tuhan agar peristiwa besar ini dan kompleks ini dapat berjalan lancar, sehingga dapat selesai dengan tertib, sukses, memilih pemimpin yang baik dan kemudian wakil yang baik untuk membawa Indonesia lebih maju dan melompat ke depan,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)