Gempa Maroko, Orang-Orang Ketakutan dan Tetap Berada di Luar Rumah

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 09 September 2023 10:28 WIB
Gempa dahsyat guncang Maroko (Foto: Al Aoula)
Share :

MAROKO - Gempa bumi dahsyat yang berpusat di pegunungan High Atlas di Maroko menewaskan ratusan orang. Banyak bangunan-bangunan runtuh dan orang-orang meninggalkan rumah mereka yang bergoyang di beberapa kota.

Penduduk Marrakesh, kota besar terdekat dengan pusat gempa, mengatakan beberapa bangunan di kota tua itu, yang merupakan situs warisan dunia Unesco, runtuh. Televisi lokal menayangkan gambar menara masjid yang runtuh dengan puing-puing tergeletak di atas mobil yang hancur setelah gempa terjadi pada pukul 23.11 waktu setempat pada Jumat (8/9/2023).

Kementerian dalam negeri Maroko mengatakan pada Sabtu (9/9/2023) pagi bahwa sedikitnya 296 orang tewas di provinsi dekat pusat gempa. Selain itu, 153 orang yang terluka dikirim ke rumah sakit untuk perawatan. Kementerian menulis bahwa sebagian besar kerusakan terjadi di luar kota besar dan kecil.

Seorang pejabat setempat mengatakan sebagian besar kematian terjadi di daerah pegunungan yang sulit dijangkau.

“Bumi berguncang sekitar 20 detik. Pintu terbuka dan tertutup sendiri saat saya bergegas turun dari lantai dua,” kata Hamid Afkir, seorang guru di daerah pegunungan sebelah barat pusat gempa dekat Taroudant, seraya menambahkan bahwa telah terjadi gempa susulan.

Pusat Geofisika Maroko mengatakan gempa terjadi di kawasan Ighil di Atlas Tinggi dengan kekuatan 7,2 skala Richter. Survei Geologi AS menyebutkan kekuatan gempa sebesar 6,8 skala Richter dan mengatakan gempa terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal yaitu 18,5 km (11,5 mil).

Ighil, daerah pegunungan dengan desa-desa pertanian kecil, terletak sekitar 70 km (40 mil) barat daya Marrakesh. Gempa terjadi tepat setelah pukul 23.00 waktu setempat.

Seorang warga bernama Id Waaziz Hassan, di Marrakesh, beberapa rumah di kota tua yang padat penduduk itu runtuh dan orang-orang bekerja dengan tangan untuk membersihkan puing-puing sambil menunggu alat berat.

Dikutip The Guardian, rekaman tembok kota abad pertengahan menunjukkan retakan besar di satu bagian dan beberapa bagian yang runtuh, dengan puing-puing tergeletak di jalan.

Warga Marrakesh lainnya, Brahim Himmi, mengatakan dia melihat ambulans keluar dari kota tua dan banyak fasad bangunan rusak. Orang-orang ketakutan dan tetap berada di luar jika terjadi gempa lagi.

Menurut para saksi mata, warga di Rabat, sekitar 350km (220 mil) utara Ighil, dan di kota pesisir Imsouane, sekitar 180km ke arah barat, juga meninggalkan rumah mereka karena takut akan gempa yang lebih kuat.

“Kami mendengar jeritan saat gempa terjadi,” kata seorang warga Essaouira, 200 km sebelah barat Marrakesh, melalui telepon.

“Orang-orang yang berada di alun-alun, di kafe, lebih memilih tidur di luar. Potongan-potongan fasad telah runtuh,” lanjutnya.

Beberapa video yang dibagikan di media sosial menunjukkan setidaknya satu bangunan runtuh dan puing-puing di jalanan. Video lainnya menunjukkan orang-orang berlarian keluar dari pusat perbelanjaan, restoran, dan gedung apartemen dan berkumpul di luar.

Survei Geologi AS mengatakan penduduk di wilayah tersebut tinggal di “bangunan yang sangat rentan terhadap guncangan gempa”.

Konektivitas internet terganggu di Marrakesh karena pemadaman listrik di wilayah tersebut, menurut pemantau internet global NetBlocks.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya