Sedangkan ejaan "oe" dalam namanya merupakan hasil dari peninggalan Belanda. Soekarno lahir dan besar pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan bunyi huruf "u" dituliskan dengan "oe".
Setelah Indonesia merdeka, Soekarno sebetulnya telah meminta agar namanya ditulis dengan ejaan awal, yakni "Sukarno". Tetapi Soekarno masih membubuhkan tanda tangan dengan ejaan khas Belanda dalam namanya. Hal itu dikarenakan sulitnya merubah tanda tangan setelah berusia 50 tahun.
(Fahmi Firdaus )