SYDNEY - Seorang wanita yang berstatus sebagai mahasiswi menghabiskan jutaan poundsterling dengan belanja barang mewah setelah rekeningnya mendadak terisi uang sebesar USD3 juta akibat kesalahan bank.
Christine Jiaxin Lee, seorang mahasiswi yang tinggal di Sydney, Australia mengaku tidak menyadari kesalahan bank selama lebih dari dua tahun. Dia pun pergi belanja sesuka hati, mulai dari tas desainer hingga apartemen penthouse.
Dia melanjutkan kesenangannya selama 11 bulan pada 2016, menghabiskan 2,6 juta pounsterling sebelum Bank Westpac menyadarinya. Bank kemudian memberi tahu polisi.
Wanita berusia 21 tahun itu menghabiskan banyak uang untuk membeli perhiasan, pakaian, dan tas karya desainer. Dia juga menghabiskan sedikit uang untuk menyewa apartemen penthouse kelas atas di Sydney dan memindahkan sejumlah besar uang ke berbagai rekening bank lain.
Surat perintah penangkapan pun langsung dikeluarkan dan paspornya disita. Pengadilan mengatakan Lee, yang berasal dari Malaysia, ditangkap karena penipuan ketika mencoba naik pesawat ke Malaysia menggunakan paspor darurat Malaysia.
Uang tersebut diketahui secara tidak sengaja ditawarkan kepada Lee melalui fasilitas overdraft atau cerukan. Itu dilampirkan ke rekening tabungan Westpac miliknya.
Selain dakwaan memperoleh keuntungan finansial melalui penipuan, dia juga didakwa dengan sengaja menangani hasil kejahatan. Lee diberikan jaminan dengan syarat dia melapor ke polisi dua kali sehari.
Namun dakwaannya secara misterius dibatalkan pada 2017 dan kemudian diterbangkan pulang. Pihak berwenang berhasil mendapatkan kembali sekitar 1 juta poundsterling dari dana yang dicuri.
Sisanya masih belum dikembalikan. Lee mengklaim bahwa dia mengira dana tersebut telah dikirimkan kepadanya dari orang tuanya untuk membantunya hidup selama belajar sebagai sarjana teknik kimia.
Inspektur Detektif Polisi Kota Sydney Sean Heaney mendesak masyarakat yang menemukan uang di rekening mereka yang seharusnya tidak ada di sana untuk tidak mengeluarkan uang ekstra tersebut.
“Bicaralah dengan lembaga keuangan Anda, dan perbaiki masalahnya, jika Anda tergoda untuk membelanjakan uang orang lain, Anda mungkin melakukan pelanggaran pidana. Dan mungkin hanya masalah waktu sebelum polisi datang mengetuk Anda pintu,” terangnya, dikutip Daily Star.
“Uang itu bukan milikmu, jangan dibelanjakan, itu akan membuatmu mendapat masalah dengan polisi. Itu akan sangat menggiurkan, banyak orang mungkin menyerah pada godaan itu,” lanjutnya.
"Anda harus tahu apa yang ada di akun Anda, jika Anda menyadari ada sesuatu yang bukan milik Anda, maka hal itu akan diidentifikasi, berbicara dengan mereka, melakukan hal yang benar, dan menyelesaikannya sesegera mungkin,” tambahnya.
(Susi Susanti)