Setelah BPUPKI dibubarkan, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945 dan diketuai Soekarno setelah mendapat persetujuan Jepang.
Tugas PPKI yaitu untuk melanjutkan tugas BPUPKI dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Soekarno pun terpilih sebagai Presiden Indonesia dalam sidang pertama PPKI pada 18 Agustus 1945.
Perumusan Teks Proklamasi
Setelah selesainya insiden Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta menuju Rumah Laksamana Maeda untuk menyusun naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Moh. Hatta dan Achmad Soebardjo, Soekarno menyusun teks proklamasi dan naskah diserahkan ke Sayuti Melik untuk diketik.
Setelah itu, Soekarno dan Hatta menandatangani teks proklamasi tersebut atas nama bangsa Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno membacakan teks proklamasi kepada masyarakat Indonesia.
Setelah mengulik rangkaian peristiwa di atas, terlihat bagaimana peran penting Soekarno dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Tak hanya menjadi pemimpin politik, Soekarno merupakan pemimpin inspirasional yang membangkitkan semangat nasionalisme di benak rakyat Indonesia.
(Arief Setyadi )