Organisasi yang Diikuti Ganjar Pranowo Semasa Kuliah di UGM

Royandi Hutasoit, Jurnalis
Rabu 04 Oktober 2023 17:52 WIB
Ganjar Pranowo. (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Pada tahun 1987, Ganjar Pranowo menjadi mahasiswa hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sejak memulai studinya, ia aktif terlibat dalam organisasi kampus. Semasa kuliah, Ganjar Pranowo tidak tertarik dengan dunia politik, namun setelah mengikuti beberapa organisasi, kemampuan kepemimpinannya semakin terasah dan membuatnya tertarik pada dunia politik.

 BACA JUGA:

Berikut ini sejumlah organisasi kampus yang diikuti Ganjar Pranowo.

1. Mahasiswa Justicia Club “Majestic-55”

Ganjar Pranowo muda bukanlah mahasiswa yang gemar urusan politik. Di awal-awal kuliah, ia sama sekali kurang berminat dengan dunia politik.

Sebagai anak lereng Gunung Lawu, darah alamnya sangat kuat, cintanya kepada alam membuat ia memilih masuk organisasi mahasiswa pecinta alam.

 BACA JUGA:

Majestic-55 merupakan organisasi pecinta alam yang diikuti Ganjar Pranowo ketika masuk perguruan tinggi karena berkaitan dengan alam. Semasa kecil di lereng Gunung Lawu, Ganjar Pranowo sangat mencintai alam hingga hobinya mendaki gunung sejak sekolah. Setelah sekitar satu tahun bergabung dengan organisasi tersebut, ia terpilih sebagai pemimpin pada tahun 1988 hingga 1990.

2. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

Semasa kuliah, Ganjar Pranowo menjadi salah satu aktivis GMNI, organisasi yang berada di luar kampus dan hasil penggabungan tiga organisasi kemahasiswaan yang berbasis Marhaenisme. Tiga organisasi yang dimaksud adalah Gerakan Mahasiswa Marhaenis yang berpusat di Yogyakarta, Gerakan Mahasiswa Merdeka yang berpusat di Surabaya, dan Gerakan Mahasiswa Demokrasi Indonesia (GMDI) yang berpusat di Jakarta.

GMNI tidak berafiliasi dengan kekuatan politik apapun namun dapat dengan bebas menyampaikan aspirasi politiknya. Organisasi ini bisa ditemukan di sebagian besar universitas kota dan kabupaten.

3. Gerakan Demokrat Kampus (Gedek)

Ganjar Pranowo semakin tertarik pada politik setelah terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden pada tahun 1988. Melalui organisasi tersebut, Ganjar Pranowo berkenalan dengan dunia politik dan berkenalan dengan politikus PDI saat itu, Soetardjo Soerjogoeritno atau Mbah Tardjo yang merupakan penggerak Gedek.

“Mengikuti organisasi semacam ini harus banyak tahu tentang ilmu politik,” kata Ganjar seperti dikutip dari buku ‘Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo’ yang ditulis oleh Gatotkoco Suroso. Ganjar bercerita organisasi semi politik tersebut bergerak di luar kampus, diawali dari diskusi-diskusi kecil sehingga terjadi perkumpulan yang lumayan solid.

“Dalam perjuangannya, Gedek memang terkesan lebih nasionalis. Doktrin yang menjadi tolok ukur perjuangannya adalah marhaenisme, satu ajaran yang selalu disampaikan oleh Bung Karno,” tutur suami dari Siti Atikoh Supriyani ini.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya