JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membantah adanya dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK dalam penangan perkara korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).
"Namun demikian, kita juga menyampaikan bahwa hal tersebut tidak benar dan tidak pernah dilakukan oleh pimpinan KPK," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Kamis (5/10/2023).
Firli, juga menegaskan pihaknya tidak pernah menerima sejumlah uang yang disebut berjumlah 1 miliar dolar. Ia mengaku heran siapa sosok yang hendak memberikan uang sebanyak itu.
"Saya kira tidak akan pernah orang bertemu dengan saya, apalagi ada isu bahwa menerima sejumlah 1 miliar dolar itu tidak ada," tuturnya.
"Kedua siapa yang mau ngasih uang satu miliar dolar?," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Beredar dua salinan surat panggilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya terhadap ajudan dan sopir Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) .
Surat tersebut ditujukan kepada Panji Harianto yang merupakan ajudan SYL dan Heri sebagai sopir. Kedua surat tersebut tertanggal 25 Agustus 2023. Tertulis bahwa keduanya diminta hadir untuk memberikan keterangan pada 28 Agustus 2023 di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Dalam salinan surat itu dikutip Kamis (5/10/2023, disebutkan, keterangan keduanya diperlukan untuk kepentingan penyelidikan dugaan tindak pidana pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan perkara korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).
(Arief Setyadi )