Apakah Hamas Dapat Senjata dan Latihan dari Iran?

Salsabila Fitirah Puteri, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2023 13:26 WIB
Foto: Reuters.
Share :

TEHERAN – Serangan kelompok Palestina Hamas ke kota-kota Israel pada Sabtu, (7/10/2023) diduga telah direncanakan setidaknya satu tahun lalu, menurut laporan pejabat intelijen Timur Tengah. Serangan ini merupakan kekerasan paling mematikan di Israel sejak Perang Yom Kippur pada 1973.

Dilansir dari Politicalwire, pejuang Hamas mendapatkan dukungan utama dari sekutu Iran, yang memberikan pelatihan militer, bantuan logistik, serta dana senjata dalam jumlah besar, baik senjata Barat maupun bekas,

Meskipun peran Iran dalam serangan tersebut masih belum sepenuhnya jelas, serangan ini mencerminkan upaya Teheran selama bertahun-tahun untuk mengelilingi Israel dengan pejuang paramiliter yang dipersenjatai dengan teknologi senjata yang semakin canggih dan memiliki kemampuan menyerang jauh ke dalam wilayah negara Yahudi.

Menurut laporan Sindonews, Israel mengklaim Hamas mendapatkan dukungan finansial dari Iran sekira USD100 juta per tahun atau setara dengan Rp1.5 triliun.

Pada 2021, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melaporkan bahwa Hamas menerima pendanaan, persenjataan, pelatihan dari Iran, serta mendapatkan sejumlah dana yang terkumpul di negara-negara Teluk Arab.

Kobi Michael, seorang peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional (INSS) di Tel Aviv, menyatakan keyakinannya bahwa Iran memiliki niat untuk menciptakan "suasana konflik yang akan melemahkan masyarakat Israel dan menguras Pasukan Pertahanan Israel."

Michael juga menekankan persamaan strategi antara Iran dan Hamas, menyebutkan bahwa Iran merupakan aset bagi Hamas dan sebaliknya, bahwa Hamas adalah aset bagi Iran.

Hamas sendiri merupakan kelompok pejuang Palestina, dimana diketahui Iran dan Hamas memiliki kedekatan yang erat, serta mempunyai tujuan bersama yaitu menumbangkan pasukan zionis Israel.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya