Dimana Airlangga mencoba memulihkan kembali keadaan kerajaannya dan mengusahakan kesejahteraan dunia. Dengan kesaktian karya sastranya, yang menyamakan Arjuna dengan Airlangga, sang penyair mengharap agar dapat memberikan sumbangan bagi tercapainya kemenangan terakhir.
Sebagaimana diketahui, penulisan sejarah dan karya susastera di dalam lingkungan keraton dianggap sebagai pekerjaan sakral. Naskah sejarah atau karya sastera yang meriwayatkan sejarah raja-raja juga mempunyai fungsi magis dan dapat menambah kesaktian raja.
(Awaludin)