Menurut Sandy Syaripudin yang merupakan pembina Yayasan Jendela Ibu, para influencer, termasuk Alam Ganjar, menunjukkan kepedulian mereka terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ini terbukti ketika mereka memberikan bantuan dalam bidang kesehatan dan usaha mikro, mereka juga banyak menanyakan mengenai kebutuhan lain yang dapat membantu anak-anak tersebut.
“Tadi juga aku ngobrol sama Mas Alam. Dia begitu perhatian banget, dia mau mendengarkan kata-kata kami. Jadi dia mendengar keluh kesah dan dia menggali lebih dalam tentang apa yang kami inginkan. Itu sangat luar biasa. Aku appreciate banget,” kata Sandy.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai alat terapi seperti matras dinding, sikat sensorik, tangga berbahan busa, lampu inframerah, dan alat keseimbangan taktil. Selain itu, terdapat juga bantuan berupa susu dan popok untuk anak-anak.
Alam Ganjar dan para influencer juga memberikan alat produksi yang mendukung keberlangsungan usaha milik Yayasan Jendela Ibu yang disebut 'Warung Disabilitas'.
Mereka juga memberikan pengetahuan tentang bisnis skala kecil dan mengejar pelatihan usaha digital kepada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, serta mempromosikan usaha mereka melalui media sosial.
Pada saat acara penyaluran donasi kepada Yayasan Jendela Ibu, Alam Ganjar terlihat sering tersenyum dan bercanda dengan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Tak jarang juga ia mendengarkan curahan hati dan cerita mereka selama ini.
"Rasanya sangat menggembirakan melihat teman-teman ini yang masih memiliki semangat luar biasa. It juga mengingatkan kita semua bahwa kita memiliki kemampuan untuk membantu orang lain," ujar Alam di lokasi.
Menurut Alam Ganjar, setiap individu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dengan pemahaman tersebut, ia menekankan bahwa kita semua bisa saling melengkapi satu sama lain.
Keyakinan inilah yang mendorong Alam Ganjar untuk menginisiasi penyaluran donasi kemanusiaan kepada Yayasan Jendela Ibu. Ia percaya bahwa kebutuhan setiap orang harus dipenuhi.
Alam sendiri memiliki keinginan agar nantinya kehidupan para teman-teman disabilitas dapat lebih nyaman, lebih bahagia, dan tidak ada teman disabilitas yang merasa ditinggalkan.
(Awaludin)