Kapal Perang AS Cegat Rudal yang Ditembakkan dari Yaman Diduga Targetkan Israel

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 20 Oktober 2023 19:04 WIB
Kapal perang AS cegat rudal yang ditembakkan Yaman diduga menuju Israel (Foto: Reuters)
Share :

NEW YORK - Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Yaman oleh gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan rudal-rudal itu diluncurkan "berpotensi menuju sasaran di Israel".

USS Carney, kapal perusak berpeluru kendali, beroperasi di Laut Merah utara pada Kamis (19/10/2023).

Pentagon juga mengatakan pasukan AS di Irak dan Suriah telah diserang beberapa kali dalam beberapa hari terakhir.

Washington waspada terhadap aktivitas kelompok yang didukung Iran ketika Israel terus menyerang sasaran Hamas di Gaza.

Brigadir Jenderal Pentagon Patrick Ryder mengatakan tiga rudal jelajah serangan darat dan beberapa drone yang ditembakkan dari Yaman telah ditembak jatuh.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut dan seorang pejabat AS mengatakan kapal perang tersebut tampaknya bukan sasarannya.

“Kami tidak dapat mengatakan dengan pasti apa yang menjadi sasaran rudal dan drone ini, namun mereka diluncurkan dari Yaman, menuju utara sepanjang Laut Merah, berpotensi menuju sasaran di Israel,” katanya kepada wartawan, dikutip BBC.

Brigjen Ryder menambahkan bahwa informasi mengenai sifat kegiatan tersebut “masih diproses” dan serangan tersebut mungkin “sedang berlangsung”.

“Respon defensif kami adalah respons yang bisa kami ambil jika ada ancaman serupa di kawasan di mana kami dapat melakukannya terhadap personel yang berkepentingan dan mitra kami,” katanya.

Pentagon mengatakan di Irak, drone dan roket telah diluncurkan di beberapa pangkalan yang menampung pasukan AS dan pasukan internasional lainnya.

Salah satu serangan menyebabkan cedera pada "sejumlah kecil tentara".

Kelompok militan Irak telah memperingatkan AS agar tidak mendukung tindakan Israel terhadap Hamas di Gaza.

Sebelumnya, pada Rabu (18/10/202), sebuah pesawat tak berawak menyerang pasukan AS di Suriah, menyebabkan cedera ringan, dan satu pesawat tak berawak lainnya ditembak jatuh.

“Meskipun saya tidak memperkirakan adanya potensi tanggapan terhadap serangan-serangan ini, saya akan mengatakan bahwa kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela pasukan AS dan koalisi dari ancaman apa pun,” kata Brigjen Ryder.

Ada berbagai pangkalan AS di Timur Tengah, dengan kapal perang, pasukan, dan pesawat tempur.

Dalam seminggu terakhir AS telah mengirimkan dua kapal induk, sekitar 2.000 marinir dan kapal pendukung ke Timur Tengah.

Gedung Putih menegaskan tidak ada rencana atau niat untuk menggunakannya.

Namun hal ini berarti jika diperlukan, aset militer AS akan ditempatkan untuk melindungi kepentingan keamanan nasional.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya