Ketika Soekarno Membuka Ruang bagi PKI

Arief Setyadi , Jurnalis
Sabtu 21 Oktober 2023 04:08 WIB
Soekarno (Foto: Ist)
Share :

Perkembangan paham komunis begitu pesat di Indonesia terutama di kalangan kelas pekerja, buruh dan tani. Paham komunis di Indonesia menjadi terbesar ke tiga dunia setelah Uni Soviet dan China melalui pergerakan PKI.

Bahkan, jutaan orang diprediksi menjadi pengikutnya. Baik anggota ataupun simpatisan. Hal tersebut tak terlepas dari doktrin komunis yang mengedepankan kepemilikan bersama dan tanpa adanya perbedaan kelas di masyarakat.

Kondisi sosial selepas perebutan kemerdekaan menjadi celah masuknya paham itu juga. Selain kondisi dalam negeri sedemikian rupa, mengakarnya doktrin PKI di Indonesia juga didukung oleh keadaan politik dari negara luar.

Pada era tersebut ada sebuah istilah blok barat dan blok timur. Blok barat dikomandoi Amerika Serikat dan sekutunya, sedangkan blok timur dipimpin Uni Soviet.

Dua kubu yang berseberangan itu sama-sama mempengaruhi negara-negara berkembang. Termasuk Indonesia. "Dua-duanya berebut kekuasan dan pengaruhi megara berkembang seperti kita juga (Indonesia)," kata Anhar.

Adapun usaha perebutan kekuasaan didukung oleh kondisi Indonesia yang masih terus berkembang setelah perebutan kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan. Di saat itulah, ada beberapa pihak yang menunggangi pergerakan dari PKI ketika 1 Oktober 1965 tengah malam.

"Pada akhirnya akhir pada itu PKI dengan didukung oleh berbagai pihak entah ada didalam pemerintah atau di lingkungan TNI AD, AU, dan AL. Akhirnya terjadi G30S/PKI," ujar Anhar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya