Kala Gajah Mada Berburu Jodoh untuk Hayam Wuruk, Memicu Perang Bubat

Nanda Aria, Jurnalis
Kamis 26 Oktober 2023 06:06 WIB
Gajah Mada/Foto: Wikipedia
Share :

 

JAKARTA - Hayam Wuruk naik tahta di usia yang muda setelah Tribhuwana Tunggadewi menyerahkan tampuk kekuasaannya. Ia naik tahta saat sang nenek Gayatri telah tiada dan berstatus lajang atau belum memiliki pasangan.

Beberapa tahun pertama sepeninggal Gayatri, situasi dalam negeri tetap tenteram, sementara di luar Majapahit tetap berjaya dan makmur. Kini, Tribhuwana telah menjadi ibu suri ratu, dan pelan-pelan ia selalu menasehati anaknya yang kian matang.

 BACA JUGA:

Sementara itu, sang raja muda menikmati upacara-upacara di sitananya, namun ia cukup puas dengan membiarkan Gajah Mada mengambil semua keputusan resmi. Sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", dari tulisan Earl Drake, Gajah Mada memusatkan perhatiannya pada perluasan Majapahit dengan menekan negeri-negeri tetangga untuk secara resmi bergabung dengan Majapahit.

Sedangkan untuk negeri - negeri yang jauh dari Majapahit pun juga didesak untuk bergabung menjadi negeri bawahan. Dengan demikian, mereka dapat menikmati manfaat perdagangan dan perlindungan angkatan laut Majapahit cukup dengan membayar upeti tahunan kepada kerajaan serta mengakui kekuasaan sang raja.

 BACA JUGA:

Proses ini berlangsung mulus sampai Raja Hayam Wuruk menginjak usia 21 tahun pada 1355. Ibu Suri pun cemas akan dua hal. Pertama sang putra kerap mengandalkan dirinya kepada Gajah Mada untuk membuat keputusan - keputusan penting menyangkut pemerintahan.

Kedua, Hayam Wuruk juga tak mengalami kemajuan dalam mencari seorang putri yang pantas untuk ratu. Dia bukan lagi seorang bocah, seiring bertambahnya usia, ia harus mulai bersikap layaknya seorang raja dewasa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya