JAKARTA - Sejumlah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi memiliki karier yang cemerlang, bahkan beberapa di antaranya melesat hingga menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Dikutip dari situs resmi TNI, tercatat ada 6 perwira Pangdam Siliwangi yang berhasil mencapai posisi tertinggi di TNI AD. Mereka memiliki rekam jejak yang mentereng, bahkan salah satu di antaranya kini digadang-gadang sebagai calon kuat Panglima TNI.
BACA JUGA:
Berikut nama-nama Pangdam III/Siliwangi yang kariernya menanjak hingga jadi KSAD.
1. Jenderal TNI Moeldoko
Moeldoko merupakan Pangdam Siliwangi yang kariernya berhasil menanjak hingga menjadi KSAD. Pria kelahiran Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, ini masuk Akabri Darat (kini Akmil) dan lulus pada 1981.
Moeldoko merupakan peraih Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama. Penugasan militernya beragam, namun sebagian besar langsung di teritorial (kewilayahan).
BACA JUGA:
Semasa bintang dua, jabatan strategis yang diembannya antara lain Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010), Pangdam XII/Tanjungpura, dan Pangdam III/Siliwangi (2010).
Kariernya terus meroket. Menyandang pangkat Letjen, Moeldoko dipasrahi tanggung jawab sebagai Wakil Gubernur Lemhannas (2011). Wakil KSAD pada 2013. Lalu, melesat menjadi orang nomor satu di matra Darat atau KSAD pada 2013.
Jabatan itu hanya dipegangnya tiga bulan. Sebab, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Panglima TNI. Moeldoko menjabat sebagai orang nomor satu di militer dalam kurun 2013-2015.
2. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo
Pramono Edhie Wibowo menjabat sebagai Pangdam Siliwangi pada periode 2009-2010. Pria kelahiran Magelang 5 Mei 1955 ini merupakan anak dari sosok tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Dia juga merupakan ipar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Kariernya cemerlang dengan berhasil menjabat Komandan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) dan (KSAD). Dengan latar belakang keluarga militer, membuat perjalanan karier Pramono Edhie kian bersinar.
Penunjukannya sebagai KSAD sempat menuai kontroversi, lantaran statusnya sebagai ipar SBY.
3. Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution
AH Nasution merupakan sosok pertama yang menjabat Pangdam Siliwangi. Dia merupakan salah satu jenderal bintang 5 di Indonesia. Bukan tanpa alasan, penyematan tersebut sesuai dengan jasa dan berbagai perjuangan yang turut dilakukannya untuk Indonesia.
Ia lahir di Desa Hutapungkut, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 3 Desember 1918. Setelah lulus jenjang pendidikan menengah atas, Nasution diketahui sempat menjadi guru di Bengkulu dan Palembang. Tak berselang lama, dia tertarik untuk masuk ke dunia militer.
BACA JUGA:
Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Dalam hal ini, Nasution menjabat sebagai penasihat di BKR Bandung. Saat Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibentuk pada 5 Oktober 1945, dia ditunjuk sebagai Kepala Staf Komandemen TKR I/Jawa Barat. Lalu pada tahun 1946, AH Nasution diangkat menjadi Panglima Divisi Siliwangi.
Pada 17 Februari 1948, muncul Perpres Nomor 9 yang berisi keputusan pengangkatan Nasution menjadi Wakil Panglima Besar. Kariernya semakin cemerlang setelah pengkuan kedaulatan penuh RI pada 1949. Saat itu, AH Nasution diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.
Setelah Presiden Soekarno menerbitkan Dekrit Presiden 4 Juli 1959, Nasution ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/ Kepala Staf Angkatan Bersenjata, tepatnya pada 1962. Beberapa tahun berselang, Jenderal AH Nasution menjadi salah satu target penculikan jenderal TNI AD yang dilakukan PKI pada 30 September 1965. Adapun peristiwa kelam tersebut dikenal sebagai G30S.
Dalam insiden tersebut, Nasution menjadi satu-satunya jenderal yang selamat. Sedangkan beberapa rekannya yang tertangkap harus kehilangan nyawanya. Dia berhasil lolos meskipun kakinya sempat tertembak.
4. Jenderal TNI George Toisutta
George Toisutta merupakan lulusan Akademi Militer, Magelang tahun 1976 ini menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dari tahun 2009 sampai 2011 menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo. Dalam karier militernya, George Toisutta menduduki sejumlah posisi penting.
Ketika pecah bintang menjadi Brigjen, George Toisutta mengemban jabatan sebagai Kasdivif 1/Kostrad, Kasgartap 1/Kodam Jaya, dan Kasdam Jaya. Kariernya semakin cemerlang ketika tembus bintang dua dengan mengemban amanat sebagai Pangkoops TNI di Aceh, Panglima Divisi 1/Kostrad, Pangdam XVII/Trikora, dan Pangdam III/Siliwangi.
Tak berhenti di situ, pria kelahiran Makassar 1 Juni 1953 ini kembali mendapat promosi Pangkostrad dan menyandang bintang tiga di pundaknya. Adapun posisi tersebut diembannya sejak 13 November 2007 hingga 17 Februari 2010 atau sekitar 2 tahun lebih 2 bulan.
Puncak kariernya militernya ketika diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi KSAD dan berhasil menambah satu lagi bintang di pundaknya menjadi jenderal bintang empat.
5. Jenderal TNI Edi Sudradjat
Edi Sudrajat merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Militer yang pernah menjabat Pangdam Siliwangi. Pada lulusan tersebut, Edi Sudrajat berhasil terpilih sebagai lulusan terbaik angkatan dan meraih penghargaan Adhi Makayasa.
Jenderal Edi Sudrajat lahir di Jambi pada 22 April 1938. Dia juga merupakan lulusan Akademi Militer Nasional angkatan pertama tahun 1960. Ia sempat ikut dalam Operasi Trikora. Kemudian Edi ditugaskan dalam operasi keamanan terhadap Republik Maluku Selatan, Organisasi Papua Merdeka, dan Gerakan 30 September pada tahun 1960-an.
BACA JUGA:
Pada 1980, ketika Edi Sudrajat berpangkat Brigadir Jenderal, dia menjabat sebagai Panglima Komando Tempur Lintas Udara Kostrad. Setahun kemudian Panglima Kodam II/Bukit Barisan di Medan dijabatnya setelah pangkatnya naik menjadi jenderal bintang dua atau Mayor Jenderal hingga tahun 1983. Kemudian dia dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Pangdam Kodam III/Siliwangi di Bandung pada tahun 1983-1985.
Setelah pangkatnya menjadi Letnan Jenderal, dia dipercaya untuk jabatan Wakil Kepala Staf TNI AD dari tahun 1986 hingga 1988. Hingga akhirnya diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga 1993. Tahun tersebut sekaligus menjadi pencapaian tertinggi Edi Sudrajat.
Karena pada 1993 dirinya diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia untuk menggantikan Try Soetrisno. Edi Sudrajat adalah perwira tinggi pertama lulusan Akademi Militer Nasional yang menjadi Panglima ABRI.
6. Jenderal TNI Agus Subiyanto
Agus Subiyanto merupakan mantan Pangdam Siliwangi terbaru yang berhasil menembus bintang empat. Ia baru saja dilantik Presiden Jokowi menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Abituren Akademi Militer (Akmil) 1991 ini menjabat sebagai Wakil KSAD atau Wakasad sejak 4 Februari 2022.
Prajurit yang berpengalaman di bidang Infanteri (Kopassus) itu menggantikan Letjen TNI Bakti Agus Fadjari yang menduduki jabatan sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI.
Pria kelahiran 5 Agustus 1967 itu mengikuti jejak ayahnya sebagai tentara. Ia pun melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1991. Agus kemudian mengikuti Kursus Dasar Kecabangan (Sussarcab) Infanteri dan masuk dalam anggota Kopassus.
BACA JUGA:
Agus mengawali karier militernya sebagai Kasiops Sektor A di Timor Timur, kemudian menjadi Danyon 22 Grup 2 Kopassus, hingga menjadi Kepala Penerangan Kopassus.
Dia kemudian mendapat promosi menjadi Dandim 0735/Surakarta (2009-2011), Waasops Divif 1 Kostrad, Asops Divif 1 Kostrad, Asops Kasdam 1/BB, Danrimdam 2 Kodam 2 Sriwijaya. Agus mendapat amanah menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako (2017-2018), Paban 3/Latga Sops TNI, Wadan Pusenif, Danrem 061 Surya Kencana, Danpaspampres (2020-2021), dan Pangdam III/Siliwangi (2020-2022).
Agus Subiyanto pernah mengikuti Novelty Shot Exhibition. Ia keluar sebagai juara pada Novelty Shot Exhibition pada lomba khusus yang digelar pada pembukaan AARM ke-30 tahun 2022 di National Military Training Center, Hanoi, Vietnam.
Lomba menembak tersebut diikuti oleh para Wakil KSAD negara-negara ASEAN untuk kategori menembak pistol dengan sasaran plat baja. Lomba ini diselenggarakan sebagai pembuka sekaligus penyemangat bagi para kontingen TNI AD negara ASEAN yang berlaga pada ASEAN Armies Rifle Meet (AARM).
AARM merupakan kejuaraan lomba tembak antar-Angkatan Darat negara-negara ASEAN yang rutin digelar setiap tahun, dengan tuan rumah yang diatur secara bergilir sebagai penyelenggara kegiatan lomba.
Kini setelah baru dilantik sebagai KSAD, ia diajukan Jokowi sebagai calon tunggal Panglim TNI ke DPR RI, menggantikan Laksaman Yudo Margono yang akan memasuki masa pensiun.
(Nanda Aria)