NEW YORK - Para ahli bedah di New York, Amerika serikat (AS) mengatakan mereka telah melakukan transplantasi mata lengkap pertama di dunia pada seorang pria, meski tidak ada kepastian bahwa penglihatannya akan kembali.
Aaron James, yang selamat dari kecelakaan listrik tegangan tinggi, menjalani operasi selama 21 jam yang menggantikan separuh wajahnya. Para ahli bedah diketahui telah berhasil melakukan transplantasi kornea selama bertahun-tahun.
Karena itu, para ahli menyebut terobosan ini sebagai momen penting dalam upaya memulihkan penglihatan jutaan orang.
Seperti diketahui, James, seorang pekerja saluran utilitas tegangan tinggi dari Arkansas, kehilangan sebagian besar wajahnya ketika secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik 7,200 volt pada 2021.
Setelah kecelakaan itu, mata kiri James harus diangkat karena rasa sakit dan telah menjalani banyak operasi, termasuk lengan palsu.
Pada 27 Mei lalu, dia menjalani transplantasi sebagian wajah yang langka selain transplantasi mata yang melibatkan lebih dari 140 profesional kesehatan.
Ahli bedah di NYU Langone Health, yang melakukan operasi rumit tersebut, mengatakan pada Kamis (9/11/2023) bahwa James, 46, telah pulih dengan baik dari transplantasi ganda dan mata yang didonorkan tampak sangat sehat. Mata kanannya masih berfungsi.
“Fakta bahwa kita berhasil melakukan transplantasi seluruh mata pertama dengan wajah merupakan prestasi luar biasa yang telah lama dipikirkan banyak orang bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan,” kata Dr Eduardo Rodriguez, salah satu ahli bedah terkemuka di tim.
“Kami telah membuat satu langkah besar ke depan dan membuka jalan bagi babak berikutnya untuk memulihkan visi,” lanjutnya.
Dokter mengatakan operasi yang dilakukan James menawarkan para ilmuwan sebuah jendela yang belum pernah ada sebelumnya tentang bagaimana mata manusia mencoba untuk menyembuhkan.
“Kami tidak mengklaim bahwa kami akan memulihkan penglihatan,” terangnya keada ABC News.
“Tetapi tidak ada keraguan dalam benak saya bahwa kami selangkah lebih dekat,” ujarnya.
Dokter mengatakan ada aliran darah langsung ke retina – bagian mata yang mengirimkan gambar ke otak. Meskipun tidak ada kepastian bahwa James akan mendapatkan kembali penglihatannya pada mata barunya, dokter juga tidak mengesampingkan kemungkinan tersebut.
Sementara itu, James dalam sebuah wawancara mengatakan jika dirinya mendukung transplantasi mata ini.
“Jika saya bisa melihat hasilnya, itu bagus,” terangnya.
"Tetapi jika hal ini dapat membuka jalan baru di bidang medis, maka saya mendukungnya,” lanjutnya.
Dia menyebut transplantasi mata itu mengubah hidup dan mengatakan dia sangat berterima kasih kepada donor dan keluarga mereka karena memungkinkan operasi itu dilakukan.
"Saya terlihat seperti orang normal yang berjalan di jalan," katanya kepada NBC News.
Bruce E. Gelb, MD, seorang ahli bedah transplantasi di Universitas New York, mengatakan James, seorang veteran militer, akan terus diawasi oleh para dokter.
Wajah dan mata yang didonasikan berasal dari seorang donor laki-laki berusia 30-an. Selama operasi, dokter menyuntikkan sel induk dewasa dari sumsum tulang donor ke saraf optik untuk mendorong perbaikannya.
James menjadi orang ke-19 di AS yang menjalani transplantasi wajah.
Istrinya yang telah dinikahinya selama 20 tahun, Meagan James, mengatakan kepada CNN bahwa melihatnya setelah operasi adalah perasaan yang hebat, aneh,gembira, dan bahagia.
"Saya senang dia berhasil melewatinya, dan semuanya baik-baik saja saat ini,” terangnya.
(Susi Susanti)