2. Mohammad Sroedji
Letnan Kolonel Inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji, pahlawan nasional asal Jember, lahir di Bangkalan tetapi menjelma menjadi simbol perjuangan di Jember, tempat ia gugur melawan penjajah pada 1949.
Dikenal sebagai sosok pemersatu yang mempertahankan moral pasukan, Sroedji memulai karier di Jember sebagai Mantri Malaria.
Kariernya berlanjut di militer, dari PETA hingga TKR. Pada 2016, Presiden Joko Widodo menganugerahi Sroedji Bintang Mahaputera Utama, menghormati dedikasinya untuk Indonesia.
Meski bukan asli Jember, perjuangannya membuatnya menjadi bagian dari sejarah heroik kota ini.
3. KH. Achmad Shiddiq
KH. Achmad Shiddiq, tokoh pahlawan nasional asal Jember, Nahdlatul Ulama dan Rais Aam Syuriah dari tahun 1984 hingga 1991, adalah putra bungsu dari keluarga Kyai Shiddiq di Jember. Kehilangan kedua orang tua saat masih muda, dia diasuh oleh kakaknya dan menimba ilmu di pondok Tebuireng.
Disana, kecerdasannya dikenali oleh Kyai Hasyim Asy'ari. Shiddiq, yang disegani karena kepribadiannya yang tenang, membina hubungan dekat dengan Kyai Wahid Hasyim dan menjadi sekretaris pribadinya.
Karier Shiddiq meluas dari pengajaran di GPII Jember hingga anggota DPR dari NU. Dia juga berjuang untuk kemerdekaan Indonesia di Jember dan berpengabdian dalam pemerintahan sebagai kepala KUA di Situbondo dan wilayah Departemen Agama Jawa Timur.
Di NU, dia naik pangkat dari Jember hingga menjadi ketua wilayah Jawa Timur, menegaskan pengaruh dan dedikasi Kyai Shiddiq terhadap agama dan negara.
Dengan mengenang perjuangan para pahlawan nasional asal Jember, kita memperteguh nilai-nilai keberanian dan pengabdian yang menjadi warisan tak ternilai bagi generasi saat ini dan yang akan datang. Kita diingatkan bahwa dari Jember, kota kelahiran istri Mahfud MD telah lahir tokoh-tokoh yang dengan gigih membentuk sejarah bangsa Indonesia.
(Widi Agustian)