JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) ternyata pernah akan dibubarkan melalui sebuah skenario jahat. Hal ini dikisahkan KH Manarul Hidayat saat Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon 2023.
Melansir NU Online, Kiai Manarul mengisahkan bahwa ia diminta Gus Dur untuk menjadi ketua panitia istighatsah di Senayan, Jakarta.
BACA JUGA:
"Jam 2 ke rumah (Gus Dur). Saya dipanggil ketika Gus Dur jadi presiden. Tolong besok kiai jadi ketua istighatsah berita dari langit. Apel akbar," katanya.
Kemudian, ia menanyakan perihal kepentingan penyelenggaraan istighatsah itu. Gus Dur menjawab bahwa warga NU atau Nahdliyin hendak berdemonstrasi dan dikhawatirkan menimbulkan chaos.
BACA JUGA:
"Emang apa Gus? Saya kan mau dilengserkan. Itu NU seluruh Indonesia akan datang ke Jakarta. Akan nyerbu gedung MPR. Dikhawatirkan chaos. Ngerusak kantor," katanya.
Lebih lanjut, Kiai Manarul menyampaikan bahwa chaos dan perusakan itu bisa menjadi catatan bagi NU untuk dibubarkan. "Akhirnya orang-orang anti NU, "Bubarkan NU!" karena NU bikin chaos," ujarnya.
"Tolong catat! Asli," lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Manar Al-Azhari Depok, Jawa Barat itu.
Lebih lanjut, Kiai Manarul menceritakan bahwa saat Gus Dur berpidato, ia diminta untuk berada persis di bawah Gus Dur, di bawah panggung tempat posisi Gus Dur menyampaikan pidatonya.
BACA JUGA:
"Di bawah kaki Gus Dur di bawah panggung," katanya. Istighatsah itu dihadiri ribuan orang. Di situ, Gus Dur meminta semua orang yang berdemonstrasi itu untuk kembali ke rumah masing-masing.
"Gus Dur pidato tolong pulang," ujar alumnus Pondok Buntet Pesantren tahun 1970-an itu. "Tolong pulang. Tolong pulang. Tolong pulang. Sebab kalau terjadi chaos, NU akan dibubarkan. Asli nih!" katanya.
(Nanda Aria)