JAKARTA – Literasi keagamaan menjadi sangat penting untuk mempromosikan martabat manusia (human dignity) didalam masyarakat multikultural agar hak asasi manusia (HAM) dapat ditegakkan dalam kehidupan.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Amin Abdullah mengatakan martabat manusia tidak bisa hanya dipromosikan melalui supremasi hukum, tetapi juga lewat literasi keagamaan. Akan sangat berat sekali penegakan HAM dilakukan kalau hanya bertumpu pada aturan hukum.
"Kalau kita hanya terjebak pada masalah aturan hukum, saya kira berat sekali untuk menegakkan HAM. Karena itu yang dipentingkan sekarang adalah literasi keagamaan melalui pendidikan,” kata Amin Abdullah saat menjadi pembicara sesi “Religious Literacy to Promote Human Dignity in a Multi-Faith” dalam Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya, Selasa (14/11/2023).
Menurutnya, para guru di tingkat SD hingga SMA kurang diberikan akses untuk mengenal dan memahami ajaran agama dan kepercayaan kelompok lain yang berbeda dengan agama yang dipeluknya. Akhirnya berhadapan dengan politik pendidikan agama, sehingga terjadi pelarangan karena adanya kebekuan metode pendekatan didalam pendidikan agama.
“Maka dari itu, kita ingin menerobos masyarakat sipil di Indonesia. Seperti Institut Leimena dan lembaga-lembaga lainnya, ingin membanti guru-guru agama di seluruh Indonesia agar dapat mengenal literasi agama. Untuk bisa masuk menghargai martabat manusia melalui jalur pendidikan, bukan lewat jalur hukum saja,” ujar Amin Abdullah.