5 Fakta Wisatawan Korban Getok Harga di Puncak Bogor, Teh Manis dan Camilan Dijual Selangit

Nanda Aria, Jurnalis
Sabtu 18 November 2023 07:03 WIB
Ilustrasi/Foto: Tangkapan layar
Share :

 

BOGOR - Sosial media tengah dihebohkan dengan video yang diunggah oleh salah seorang pengguna TikTok @mamakkembarkw, yang memperlihatkan tagiahan minuman dan makanan yang dibayarnya saat berwisata di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor.

Berikut fakta-fakta wisatawan jadi korban getok harga di kawasn Puncak, Bogor.

 BACA JUGA:

1. Harga lebih mahal

Dalam unggahan video itu terlihat bahwa makanan dan minuman yang harus dibayar pengunjung lebih mahal dari harga normal.

Pengunjung tersebut kaget saat melihat tagihan harga teh manis yang mencapai Rp45 ribu untuk tiga gelas.

 BACA JUGA:

Padahal menurut pengunjung harga tertinggi teh manis biasanya hanya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per gelas.

2. Kopi sasetan Rp60 ribu

Tak hanya itu, kopi sasetan yang dijual di warung di kawasan puncak ini juga terbilang sangat mahal. Untuk empat gelas kopi sasetan ini harga yang digetok oleh pemilik warung senilai Rp60 ribu atau Rp15 ribu per gelasnya.

3. Makanan ringan dijual selangit

Tak hanya minuman yang dipatok dengan harga tak wajar. Bahkan, makanan ringan atau camilan berupa kacang yang biasanya dijual seharga Rp2 ribu, di tempat itu dipasang tarif selangit dengan harga Rp15 ribu.

4. Paguyuban pedagang minta maaf

Menyikapi hal ini, Ketua Paguyuban Pedagang Puncak, Ade Abdul Somad, meminta maaf atas kejadian ini. Ade pun telah sepakat dengan sesama pedagang lain untuk menentukan harga jual menu makanan dan minuman dengan harga wajar.

 BACA JUGA:

"Sebagai pengurus pedagang puncak saya minta maaf. Mungkin ada kelalaian dari pengurus jadinya seperti ini, viral. Semua warung harus pakai menu harga, itu wajib. Kalau ada yang melanggar seperti dulu, kita akan menutup warung sesuai aturan perhimpunan pedagang," katanya kepada wartawan, Jumat (17/11/2023).

5. Perlu komunikasi agar kasus tak berulang

Di sisi lain, Camat Cisarua, Heri Risnandar mengatakan, perlu adanya komunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut supaya tidak terulang kembali.

Dia pun memohon maaf kepada para pengunjung wisatawan puncak, karena bila tidak ada solusi bukan tidak mungkin puncak akan sepi pengunjung karna harganya mahal.

"Ini kan harus coba didiskusikan. Ada etika yang harus diindahkan pedagang dan customer. Mungkin perlu komunikasi supaya hal tersebut tidak terjadi lagi," ujar Heri.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya