Soedirman juga sempat menjadi guru di Wirotomo saat berusia 20 tahun hingga pernah menjadi kepala Sekolah. Soedirman merupakan tokoh Pemuda Muhammadiyah dan memimpin Hizbul Wathan cabang Cilacap.
Meskipun gaji yang didapatkanya hanya 12,5 golden tak meluluhkan pengabdian Soedirman. Ia tetap mengabdi menjadi guru dan aktif di Muhammadiyah.
Dari situlah kewibawaan dan kharismanya terbentuk. Militansinya ditempa dengan keaktifannya di Hizbul Wathan dan menjadi kader militansi dan cinta Tanah Air.
Soedirman diangkat Presiden Soekarno sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Yogyakarta, pada 27 Juni 1947 atau 73 tahun silam.
(Arief Setyadi )