Pasukan Estri Ladrang Mangungkung, Prajurit Wanita yang Mematikan di Kartasura

Awaludin, Jurnalis
Kamis 23 November 2023 05:01 WIB
Pasukan Estri Ladrang Mangungkung (foto: dok puromangkunegaraan.com)
Share :

MENGENAL prajurit wanita yang mematikan di Pelagan. Pasukan tersebut bernama Estri Ladrang Mangungkung, mereka merupakan pasukan yang dipilih langsung oleh Mangkunegaran. Pangeran Sambernyawa memerintahkan langsung Pangeran Sambernyawa untuk membentuk Pasukan Estri Ladrang Mangungkung di Kartasura pada 1742.

Pasukan Estri Ladrang Mangungkung juga dikenal dengan suaranya merdu saat menyanyikan tembang-tembang Jawa, dengan iringan gamelan klasik. Gerakan tarian yang dibawakannya juga sangat luwes, khas wanita Jawa yang lemah lembut.

Dilansir dari puromangkunegaran.com, Pasukan Estri Ladrang Mangungkung selalu setia berada di samping Pangeran Sambernyawa. Mereka mengawal Pangeran Sambernyawa, saat berada di medan laga menghadapi pasukan Kompeni Belanda, hingga saat Pangeran Sambernyawa memimpin Praja Mangkunegaran, dengan gelar KGPAA Mangkunegara I.

Gagasan dan praktik yang dilakukan Pangeran Sambernyawa, dengan membentuk Pasukan Estri Ladrang Mangungkung, tentunya menjadi sebuah terobosan baru di tengah tradisi Jawa. Di mana para kaum perempuan, yang sebelumnya lebih banyak mengurus rumah tangga dan melayani suami, kini justru tampil di garis depan pertempuran.

Sehingga jauh sebelum TNI memiliki korps wanita, di Nusantara telah lahir Pasukan Estri Ladrang Mangungkung, yang tak hanya piwai bertempur di medan laga, dengan segala kemampuan menggunakan senjata serta ilmu kanuragan.

Pasukan Estri Ladrang Mangungkung juga sangat luwes dalam berkesenian dan mengurus pekerjaan rumah. Disebutkan, anggota Pasukan Estri Ladrang Mangungkung digembleng oleh Pangeram Sambernyawa dengan berbagai ilmu dan strategi perang, termasuk perang gerilya. Yakni dhedemitan, weweludhan, dan jejemblungan.

Ilmu perang gerilya dhedhemitan, memiliki arti harafiah berlaku seperti hantu yang kasat mata dalam setiap pergerakannya. Hal ini membuat musuh sangat sulit mendeteksi keberadaan prajurit wanita dari Mangkunegaran tersebut. Sementara ilmu perang weweludan, bermakna setiap prajurit harus memiliki kemampuan layaknya belut yakni sangat licin dalam pergerakannya, sehingga tidak mudah ditangkap oleh musuh di medan perang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya