“Tetapi untuk apa bikin peraturan sangat muluk kalau kemudian dilanggarnya sendiri? Inilah contoh pemimpin munafik,” jelas Jasin dalam kumpulan tulisan Warisan (daripada) Soeharto.
Perjuangan mengkritik rezim Soeharto semakin nyata saat Jasin bergabung dalam penandatangan Petisi 50, bersama sejumlah mantan jenderal, pejabat, dan jurnalis senior lainnya, seperti Jenderal A.H Nasution, mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso, mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, serta Perdana Menteri Burhanuddin Harahap dan Mohammad Natsir.
Petisi 50 adalah dokumen yang berisi protes penggunaan filsafat Pancasila oleh Soeharto terhadap lawan-lawan politiknya.
Walaupun setelahnya Jasin diseret ke pengadilan dan dipaksa meminta maaf, tetapi sampai akhir hayatnya Jasin tegas tidak akan pernah meminta maaf. Jasin wafat pada 7 April 2013 sehingga sempat melihat rezim yang ditentangnya tumbang dilengserkan rakyat Indonesia.
(Fahmi Firdaus )