Begitu germanya sultan muda dengan seragam itu, sehingga apabila ia idak diingatkan oleh pejabat senior keraton.
Sultan Hamengkubuwono IV barangkali akan tetap mengenakan seragam mayor ala-ala Eropa, ketika memimpin festival keraton bergaya Islam-Jawa yang paling sakral, Garebeg. Hal ini pula konon yang mulai tidak disukai oleh Pangeran Diponegoro sang kakak, sehingga sang pangeran sendiri cukup dilematis.
(Angkasa Yudhistira)