JAKARTA - Ada 3 faktor ini dianggap sebagai kebohongan belaka terkait asal usul kerajaan Majapahit. Dalam hal ini Majapahit adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang berdiri pada tahun 1293 hingga 1527 masehi.
Kerajaan ini dikenal sebagai kerajaan Hindu terbesar yang pernah berdiri di Indonesia dengan pusatnya yang berada di daerah Trowulan, Jawa Timur.
Sejak tahun 1980 an, banyak penelitian arkeologi yang mencoba menggali lebih jauh tentang asal-usul Kerajaan Majapahit. Salah satunya teori yang menganggap bahwa beberapa hal tentang Majapahit tidak tepat kebenarannya.
Untuk itu, berikut okezone rangkum 3 hal yang dianggap sebagai kebohongan terkait asal-usul Kerajaan Majapahit:
1. Wilayah Kekuasaan
Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa wilayah kekuasaan Majapahit tidak sebatas bumi nusantara melainkan juga ke berbagai negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei Darussalam hingga ke Vietnam.
Namun berbagai penelitian menyebutkan jika hal itu kurang tepat. Pasalnya, pada masa itu masyarakat di negara-negara tetangga tidak memberikan upeti atau pajak kepada Kerajaan Majapahit.
Informasi lain bahkan menyebutkan jika wilayah Kerajaan Majapahit hanya mencakup pulau Jawa, Madura, dan Bali. Hal ini karena peninggalan-peninggalan kerajaan ini hanya ditemukan di pulau-pulau ini.
2. Wajah Mahapatih Gajah Mada
Selain raja-raja yang pernah memimpin, nama Mahapatih Gajah Mada menjadi sosok lain yang terkenal dari sejarah Kerajaan Majapahit. Dirinya dikenal sebagai patih yang hebat hingga membawa Majapahit mencapai puncak kejayaan.
Saat ini, Mahapatih Gajah Mada dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia. Oleh karena itu, wajahnya banyak tersebar dan diperjualbelikan untuk hiasan dan pembelajaran khususnya di sekolah-sekolah.
Akan tetapi, konon wajah Mahapatih Gajah Mada yang asli bukanlah seperti itu. Kejanggalan ini terlihat dari bagaimana wajah yang tersebar di berbagai buku sejarah ini terlihat sangat mirip dengan sosok Mohammad Yamin, tokoh yang melukis wajah Mahapatih Gajah Mada untuk pertama kalinya.
3. Maksud Sumpah Palapa
Dalam mencapai kejayaan Kerajaan Majapahit, Mahapatih Gajah Mada sangat terkenal dengan sumpahnya yang disebut dengan Sumpah Palapa. Dalam sumpah itu dirinya mengatakan bahwa dirinya tidak akan beristirahat sebelum berhasil mengalahkan Nusantara.
Banyak yang mengartikan jika arti sumpah ini adalah Mahapatih Gajah Mada ingin menguasai seluruh wilayah Nusantara. Padahal hal itu kurang tepat.
Maksud sebenarnya yang diinginkan oleh Mahapatih Gajah Mada bukanlah untuk menguasai, melainkan untuk menyatukan seluruh wilayah di bumi Nusantara.
Itulah 3 hal yang dianggap sebagai kebohongan terkait asal-usul Kerajaan Majapahit.
(Rina Anggraeni)