"Marwah Budayawan itu tersemat di pundaknya klaim terhadap otoritas peradaban kasih ekologis, pengetahuan, dan kebudayaan yang merangkul bukan memukul; menebarkan kasih bukan selisih. Itu amanat berat untuk menjadi berkat bagi masyarakat. Jangan sampai hanya karena urusan dukung mendukung di wilayah politik kekuasaan, marwah dan martabat kebudayawanan dikesampingkan. Eman-eman," paparnya.
Terakhir, Romo yang selama ini dikenal aktif mewujudkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan secara interreligius itu berpesan agar semua pihak menjaga kondusivitas dan mengutamakan hidup yang harmonis antar anak bangsa menjelang pesta rakyat pemilihan presiden dan wakil presiden.
"Tenun kebangsaan kita, jangan sampai koyak lantaran kita tak kuasa menahan diri untuk tidak saling memprovokasi karena alasan politik praktis yang berujung pada kekuasaan semata. Hidup harus dirayakan dalam semangat menjunjung tinggi keberagaman, kerukunan, dan persaudaraan yang saling terjalin indah! Itulah peradaban kasih ekologis.”
(Khafid Mardiyansyah)