JAKARTA – Erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12) mengakibatkan 23 pendaki meninggal dunia. Seluruh korban berhasil diidentifikasi. Operasi pencarian korban erupsi Marapi akan ditutup karena semua pendaki telah ditemukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, Agam Ichwan Pratama Danda mengatakan pendaki terakhir dalam keadaan meninggal dan telah teridentifikasi terakhir ditemukan pada Rabu, (6/12).
"Semua korban sudah ditemukan, terakhir satu orang meninggal dunia. Dengan begitu untuk pencarian dan pertolongan yang dikomandoi rekan Basarnas, sesuai hasil rapat evaluasi tadi dan sudah ditemukan, operasi SAR kita tutup," ujar Ichwan, Kamis, (7/12/2023).
Salah satu korban Yasirli Amri alias Serli, ditemukan di Tugu Abel Tasman, puncak Merpati Gunung Marapi di atas ketinggian 2.891 mdpl.
Korban merupakan mahasiswi Politeknik Negeri Padang (PNP) tingkat akhir dan akan diwisuda dalam waktu dekat.
Serli dikenal sosok anak yang berprestasi, dibuktikan dia pernah menjadi Duta Genre Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2020 lalu.
Dilansir beragam sumber, Kamis (7/12/2023) Tugu Abel Tasman merupakan sebuah tugu di puncak Merpati Gunung Marapi untuk mengenang seorang pendaki asal Padang bernama Abel Tasman yang tewas akibat erupsi pada Minggu, 5 Juli 1992. Puluhan pendaki membangun tugu Abel Tasman pada 5 Juli 1994 untuk mengenang namanya.
Bagi para pendaki Gunung Marapi, tugu Abel Tasman menjadi tempat favorit untuk swafoto setelah sampai ke puncak gunung tersebut.Tugu itu juga merupakan penanda jalur naik dan turun menuju puncak Merpati.
Abel Tasman sendiri merupakan seorang alumni SMA 6 Padang yang tergabung dalam komunitas JIPALA. Saat itu, dia baru saja menyelesaikan sekolah dan selanjutnya dia ingin mendaftar masuk polisi.
Namun sebelumnya, Abel bersama 14 rekannya melakukan pendakian ke puncak Gunung Marapi. Saat pendakian, Gunung Marapi mengeluarkan awan panas bercampur abu vulkanik serta batuan panas. Saat itu, Abel bersama temannya Sulastri sudah berada di puncak sekira 10-15 meter dari Puncak Merpati, sementara teman-teman mereka lainnya masih berada di belakang.
Abel dan Sulastri berusaha menyelamatkan diri dari hujan batu panas keluar dari kawah Gunung Marapi. Abel tertimpa batu besar di kepalanya, dia tewas di tempat. Jasad Abel Tasman berhasil dievakuasi oleh tim SAR beserta relawan keesokan harinya yaitu pada Senin, 6 Juli 1992.
(Fahmi Firdaus )