Kisah Warga Australia Kaget Gara-Gara Melihat Anggota PKI Anti Peluru Saat Dihukum Mati

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis
Minggu 10 Desember 2023 21:20 WIB
Ilustrasi untuk kisah warga Australia kaget gara-gara anggota PKI anti peluru (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Mungkin tidak banyak yang mengetahui kisah seorang warga Australia kaget gara-gara melihat anggota PKI anti peluru saat dihukum mati. Kejadian tersebut terjadi pada 1948 saat Kemal Idris yang masih berpangkat Mayor berhasil mengalahkan pasukan PKI di Pati.

BACA JUGA:

Pembantaian Anggota PKI 1965-1966 Tragedi Terbesar, CIA Terlibat? 

Sejak dahulu PKI memang berseberangan dengan Pemerintahan Indonesia, tidak heran jika di zaman itu anggota PKI banyak dicekal oleh aparat. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang akhirnya dieksekusi mati oleh TNI.

Salah satu cara untuk mengeksekusinya adalah dengan cara ditembak. Namun, dalam pelaksanaannya ada saja hal yang muncul secara tidak terduga. Seperti tawanan PKI yang kebal peluru saat akan dihukum mati. Hal tersebut bahkan membuat warga Australia kaget.

Dilansir berbagai sumber, Minggu (10/12/2023), bermula dari putusan sidang militer kilat yang dipimpin oleh Kapten CPM Sabur, ada empat anggota PKI yang akan dihukum mati. Eksekusi dilakukan di alun-alun Pati dengan ditonton oleh ratusan warga.

Ketika regu tembak berhasil mengenai target, rakyat yang menonton pun tampak bersorak-sorai. Namun, ternyata ada seorang anggota PKI yang sudah ditembak berkali-kali namun tetap tidak terluka.

Petugas pun sempat mengganti peluru berkali-kali, bahkan mereka juga menggunakan senjata otomatis. Namun, tidak satu pun bisa menembus tubuh anggota tersebut.

Ini merupakan hal baru bagi seorang pasukan Australia yang hadir dalam peristiwa tersebut.

Tidak lama kemudian, Letnan Ahmad muncul menghampiri orang-orang yang tengah keheranan. Ia sempat menanyakan dimana anggota PKI yang lain pada tawanan tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya