Menurutnya, TPN Ganjar-Mahfud memiliki data survei internal dan monitoring dinamika opini publik, yang menunjukkan masyarakat semakin keras menolak calon yang bermasalah secara etik dan diragukan kapasitasnya.
"Bahwa kemudian ada hasil survei yang berbeda-beda, bisa saja karena ada situasi extraordinary di masyarakat karena intervensi yang terjadi dan mengemuka hari-hari ini. Atas situasi ini, TPN Ganjar Mahfud percaya bahwa masyarakat seiring waktu akan menemukan jalan terang dalam menentukan pilihan," pungkasnya.
(Awaludin)