"Karena mereka mendapatkan suatu kepastian bahwa komitmen di dalam memajukan pendidikan memberikan kartu Indonesia pintar, Indonesia sehat, bansos agar tidak salah sasaran, BLT agar tidak salah sasaran semua dengan satu kartu yaitu KTP Sakti," katanya.
Kendati demikian, Hasto enggan memerinci soal intimidasi yang diungkapnya tersebut. "Ya temen temen pers kan juga ada," katanya.
"Yang penting kami bekerja turun ke bawah dengan penuh semangat dan misalnya kita banyak melakukan blusukan," ungkap dia.
(Widi Agustian)